Posted by: jsofian | June 8, 2007

Pengembangan Pangkalpinang Sister City.


(Sumbangsih ide untuk Kota Tercinta Pangkalpinang Bangka)

Seandainya Presiden Amerika Serikat (AS) Dwight D Eisenhower masih hidup , beliau pasti berbangga hati menyaksikan perkembangan Sister Cities International (SCI) yang didirikan pada tahun 1956 berkembang secara menakjubkan. Saat ini, di SCI tercatat lebih dari 2.500 kota di AS yang menjalin hubungan sebagai kota kembar (sister city) di 137 negara dengan melibatkan 800 komunitas lokal dan 1800 komunitas internasional. Bermula ketika Perang Dunia II selesai, Presiden Dwight D Eisenhower melihat perlunya membentuk afiliasi kota kembar dengan melibatkan masyarakat dan kelompok terorganisir untuk menjalin persahabatan dengan kota-kota lain. Maksud dari afiliasi kota kembar ini adalah mengurangi kemungkinan konflik di masa yang akan datang. Gagasan ini dirumuskan sebagai inisiatif nasional dan dicantumkan dalam program people to people yang disampaikan pada Konferensi Gedung Putih pada tahun 1956.

Dalam prakteknya, SCI membawa gerakan nasional untuk pembangunan masyarakat kota dan aktivitas tenaga sukarela ke dalam arena global. SCI memotivasi dan memberikan wewenang kepada para profesional kota, pemimpin masyarakat, organisasi pemuda, dan institusi pendidikan untuk mengadakan proyek-proyek jangka panjang yang saling menguntungkan dengan “saudara kembarnya” di berbagai negara di penjuru dunia. Efek domino dengan adanya kota kembar ini selain terjalinnya persahatan antar kota, ternyata juga dapat mendorong kreativitas dan terciptanya peluang bagi masyarakat untuk belajar dan menimpa pengalaman di berbagai aspek seperti ekonomi, budaya, perdagangan, sosial, dan rohani. Dampak positif dengan adanya program kota kembar ini yang nantinya diharapkan akan memperkuat pembangunan dan peradaban suatu kota.

Konsep kota kembar yang dipelopori di AS, tentu saja berbeda di setiap negara. Kalo di AS lebih menekankan pada people to people artinya lebih menitikberatkan peranan individu ( guru, insinyur, pengusaha, akuntan, dan sebagainya), sedangkan di kawasan Asia ( Indonesia, Jepang, Korea Selatan, China) justru pemerintah ( umumnya setingkat pemerintah kota (pemkot) ) yang memegang peranan penting untuk menjalankan program kota kembar ini. Konsep manakah yang lebih baik?. Masing-masing pihak memiliki peranan yang signifikan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa didukung oleh masyarakat dan masyarakat tidak akan termotivasi jika tidak diayomi oleh pemerintah. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah jalan terbaik dalam menerapkan konsep kota kembar yang tentu saja disesuaikan dengan kapasitas masing-masing. Pemerintah dari kepentingan formalnya (birokrasi) sedangkan masyarakat sebagai pelaksanannya. Konsep ini yang dianut oleh Kota Jakarta dalam membina hubungan kota kembar diantaranya dengan Tokyo, Seoul, Beijing, Rotterdam, Istambul, New South Wales, dan Paris. Tidak hanya Kota Jakarta kota-kota lain di Indonesia mulai menjalin dan mencari “saudara kembarnya” diantaranya Bandung (dengan Braunschweig, Fort Worth, Texas, Suwon), Medan (dengan Penang, Chengdu, Ichikawa, Pulau Pinang), Surabaya (dengan Seattle, Washington), dan Semarang (dengan Brisbande).

Program kongkret yang telah dilakukan oleh kota-kota di Indonesia sehubungan dengan program kota kembar adalah:

  1. Pertukaran guru dan pelajar dalam sister school (sekolah kembar) yang merupakan program turunan sister city di bidang pendidikan.
  2. Kunjungan tokoh masyarat, instansi pemerintah, pengusaha, kegiatan keagaman, dan sosial.
  3. Pertukaran kebudayaan dalam bentuk expo budaya, fotografi, video, tape recording, dan pameran lukisan.
  4. Pertukaran informasi tentang agriculture, bibit tanaman, pupuk, dan perkebunan.
  5. Pertukaran pustakawan dan informasi mengenai manajemen perpustakaan.
  6. Pertukaran dosen, mahasiswa, kaum profesional, dan kelompok olahraga.
  7. Pertukaran tarian, program pariwisata, dan perhotelan.
  8. Pertukaran tenaga medis, perawat, dokter, informasi mengenai wabah penyakit, Rabies emergency, dan imunisasi.
  9. Seminar, workshop, studi banding mengenai tranportasi, tata kota, ICT, Usaha kecil Menengah (UKM), home industri, perdagangan, dan penerapan teknologi baru.
  10. Program computer to school, dan pembentukan komunitas dunia maya (virtual exchange).
  11. Pertukaran program televisi dan siaran radio.
  12. Program reklamasi pantai.

Belajar dari best practise yang ada, keberadan program kota kembar ini memberikan dampak positif yang nyata bagi kemajuan suatu kota. Dengan adanya model dari mitra kota kembar ternyata mempercepat pembelajaran dari pemerintah dan masyarakat menuju kehidupan kota yang lebih modern, tertib, harmonis, bersih dan profesional sesuai prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (Good Governace). Oleh karena itu diperlukan komitmen dari semua pihak baik pemerintah kota maupun masyarakatnya.

Harus diakui dalam penerapan program kota kembar ini, ada beberapa permasalahan klasik yang selalu dihadapi oleh kota-kota di Indonesia, diantaranya adalah

  1. Tingginya biaya yang terjadi sebagai konsekuensi dari dilaksanakan semua program dan kegiatan, karena semua mengacu kepada standar dan protokol internasional.
  2. Terbatasnya infrastruktur information communication and technology (ICT) seperti tersedianya internet, satelit, media teleconfence, dan information center. Hambatan ini dapat menpengaruhi waktu, jadwal, koordinasi, dan implementasi dari setiap program.
  3. Minimnya sumber daya manusia yang dimiliki oleh kota tersebut khususnya dalam penguasaan bahasa asing dan penggunaan ICT yang mendukung kelancaran setiap program.
  4. Adanya ketidakkonsistenan dari kebijakan pemerintah kota atau instansi yang terkait, sehingga program yang telah disepakati tertunda atau dibatalkan. Biasanya ini tejadi karena pergantian pejabat pemerintah kota atau birokrasi yang panjang dan tidak praktis.

Bagaimana dengan Kota Tercinta Pangkalpinang dalam penerapan program kota kembar ini ? Pertanyaan ini sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah kota dan semua masyarakat Pangkalpinang.

Pangkalpinang Sister City

Kota Pangkalpinang merupakan kota otonomi yang memiliki keunggulan baik secara comparative maupun competitive. Posisi kota yang strategis di tengah Kepulauan Bangka menjadikan Kota Pangkalpinang sebagai pusat perekonomian sekaligus ibukota Propinsi Bangka Belitung. Tersedianya transportasi darat, laut, dan udara memberikan kemudahan akses untuk berkunjung ke Kota Pangkalpinang baik secara domestik maupun internasional. Selain itu, Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai pulau penghasil timah terbesar dunia dan memiliki potensi besar di bidang pariwisata dengan keindahan pantai yang eksotis. Faktor-faktor tersebut menberikan nilai tambah dan daya tarik tersendiri bagi negara lain untuk mengunjungi Kota Pangkalpinang.

Dari aspek infrastruktur information communication and technology (ICT), saat ini Kota Pangkalpinang boleh berbangga diri karena sudah memiliki Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) yang menghubungkan beberapa sekolah, instansi pemerintah, dinas pendidikan, dan kantor dalam Wide Area Network (WAN). PECC merupakan terobosan cerdas yang dipelopori oleh Dinas Pendidikan Pangkalpinang sebagai wadah pembelajaran ICT bagi pemerintah kota dan masyarakat. Salah satu dampak kongkret hadirnya PECC adalah tersedianya koneksi internet secara gratis di sekolah-sekolah dan instansi pemerintah sehingga internet bukan lagi menjadi barang mewah dan mahal. Keberadaan PECC ini sudah diakui secara nasional dan menjadi best practice bagi kota-kota lain di Indonesia.

Sebagian fakta di atas membuktikan bahwa Kota Pangkalpinang memiliki “modal“ untuk menjadi mitra kota kembar baik secara domestik maupun secara internasional. Dalam hal ini, pemerintah kota memegang peranan penting sebagai initiator untuk memasukan program kota kembar ke dalam rencana anggaran kota. Beberapa tahapan yang perlu dipersiapkan untuk mewujudkan program kota kembar ini adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan proses Cities seeking cities melalui forum Internasional, dengan tujuannya agar mitra kota kembar dapat sesuai (Fit) dengan kondisi dan karateristik kota. Dalam proses pencarian, sebuah kota dapat mencantumkan prioritas yang ingin dicapai dengan adanya program kota kembar seperti prioritas kebersihan, penatatan kota, pendidikan, kesehatan, sosial, keagaman, dan sebagainya. Untuk itu diperlukan informasi lengkap mengenai profil kota yang disusun secara profesional dalam berbagai bahasa.
  2. Setelah kandidat mitra kota kembar ditemui, dilakukan kunjungan (site visit) untuk melihat langsung keadaan dan kondisi kota apakah sesuai dengan prioritas yang ingin dicapai. Hasil dari site visit ini adanya expression of interest dari masing-masing kota.
  3. Dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MOU) antar kedua kota yang dilakukan oleh pemerintah kota sebagai umbrella agreement.
  4. Pembuatan program kongkret, jadwal, dan prosedur untuk pelaksanaan program kota kembar.
  5. Dilakukan review secara periodik untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan efektivitas dari program kota kembar.

Idealnya, pemerintah kota harus membentuk suatu komite yang berfungsi sebagai penanggung jawab untuk penerapan program kota kembar. Komite ini yang memengang peranan dalam membuat kebijakan dan aturan main dalam penerapan program kota kembar.

Semoga Pangkalpinang menjadi salah satu kota yang diperhitungkan keberadaannya dalam menjalin hubungan kota kembar baik secara domestik dan internasional.

“Two deeply held convictions unite us in common purpose. First, is our belief in effective, responsive, local government as a principal bulwark of freedom. Second, is our faith in the great promise of sister city affiliations in helping build the solid structure of world peace.
- U.S. President Dwight D. Eisenhower

Sebagian dikutip dan diolah dari sini 

About these ads

Responses

  1. Nice post Sir!


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 292 other followers

%d bloggers like this: