Saya mendapatkan undangan sebagai dosen tamu di Magister Teknologi Informasi Fasilkom Universitas Indonesia. Undangan ini sehubungan dengan matakuliah Metodologi Penelitan yang diasuh oleh dosen Riri Satria. Dosen satu ini memang penuh dengan ide2 kreatif dalam memberikan perkuliahan, banyak terobosan yang dibuat sehingga menjadi para mahasiswa memahami sekaligus dapat melihat bagaimana penerapan suatu konsep dalam dunia bisnis. Salah satunya dengan memberikan contoh real thesis hasil bimbingan beliau sehingga para mahasiswa Magister TI ( MTI) dapat melihat secara kongret perbedaan antara model penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Kebetulan thesis saya mengambil penelitian kuantitatif dengan judul “Analisa Perilaku Pengguna Software Open Source” dengan case study Software Open Source Sisfokampus. Penelitian yang saya buat menggunakan model Fishbein. Dengan konsep ini, dapat diketahui sikap dari pengguna dan bukan pengguna software. Definisi sederhana dari Model Fishbein yaitu suatu model yang menunjukan sikap konsumen terhadap suatu objek tertentu yang didasarkan pada perangkat kepercayaan yang diringkas dalam atribut (variable) obyek yang bersangkutan dan diberi bobot oleh evaluasi terhadap atribut tersebut, dengan rumus sebagai berikut: dimana:

  • Ao = Sikap (perilaku) terhadap obyek
  • bi = Kekuatan kepercayaan bahwa obyek memiliki atribut
  • ei = Evaluasi mengenai atribut
  • n = Jumlah atribut yang menonjol

Langkah-langkah dalam menerapkan model Fishbein ini adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan kenyakinan yang paling berpengaruh terhadap sikap (perilaku) dan kenyakinan yang berpengaruh.
  2. Berdasarkan ketentuan formulasi Fishbein, tetapkan skor untuk setiap atribut yang dipilih oleh responden. Misalkan skor 1-2-3-4-5-6-7 yang menjelaskan sangat tidak setuju sampai dengan sangat setuju.
  3. Hitung bi (kenyakinan) dengan mengalikan dan menambahkan skor tiap-tiap atribut (variabel) yang dipilih oleh responsen.
  4. Hitung ei (evaluasi) dengan mengalikan dan menambahkan skor tiap-tiap atribut (variable) yang dipilih oleh responden.
  5. Keseluruhan sikap (perilaku) diperoleh dengan kenyakinan (bi ) dan mengalikan dengan skor evaluasi (ei ).
  6. Jumlahkan semua bi (kenyakinan) dan ei (evaluasi) untuk mendapatkan A0 yaitu sikap (perilaku) terhadap objek.
  7. Jika A0 > 0 maka sikap konsumen terhadap objek tersebut positif berarti objek tersebut mempunyai citra yang positf.
  8. Jika A0 < 0 maka sikap konsumen terhadap objek tersebut negative berarti obyek tersebut mempunyai citra yang negative.

Selamat mencoba.