Sore ini saya memberikan kuliah di Program Magister Akuntasi (MAKSI) Universitas Trisakti. Bermitra dengan sahabat sekaligus kolega saya (kandidat Doktor) Riri Satria. Mata kuliah yang kami asuh adalah matakuliah Manajemen Strategik di Sektor Publik, sebuah matakuliah yang relatif baru di Trisakti. Objektif dari mata kuliah ini adalah untuk melatih mahasiswa untuk memiiki kemampuan analisis yang kritis dan strategik sehingga mampu untuk menganalisa, merancang dan memetakan strategi di departemen masing-masing. Latar belakang dari sebagian besar mahasiswa adalah bekerja di instansi pemerintah seperti di departemen perindustrian, ESDM, Kehutanan, dan hankam.

Materi Sesi sore ini adalah ” Perancangan Balanced Scorecard di Institusi Pemerintah”. Paparan tentang konsep, tahapan, dan contoh perancangan balanced scorecard di institusi pemerintah. Perancangan BSC sendiri sebenarnya sama saja antara perusahaan swasta dan institusi pemerintah, yang membedakan hanya dalam penentuan sasaran strategis dan penyesuian di masing2 perspektif. Pada prinsipnya perancangan perspektif BSC dalam institusi pemerintah sebagai berikut:

  1. Perspektif Stakeholder. Stakeholder (masyarkat) yang dimaksud adalah pihak yang membutuhkan infrastruktur dan fasilitas publik yang disediakan oleh instansi pemerintah. Indikator yang biasanya digunakan seperti penurunan tingkat kemiskinan, penuruan tingkat kematian sebagai hasil peningkatan layanan kesehatan, peningkatan tingkat pendidikan, dsb.
  2. Perspektif Keuangan, perspektif ini berfokus pada pengelolaan anggaran untuk merealisasikan visi dari keberadaan instansi pemerintah. indikatornya digunakan seperti tingkat efisiensi dalam penggunakan APBD.
  3. Perspektif internal proses. perspektif yang berisikan kualias layanan publik yang diberikan. Instansi pemerintah harus dapat berperan sebagai fasilitator bagi masyarakat ketimbang hanya sebagai regulator. Indikator yang digunakan seperti tingkat respon dari aparat, kualitas layanan yang diberikan, kemitraan dengan masyarakat, dsb.
  4. Perspektif Pembelajaran dan pertumbuhan. Perspektif ini dapat dikatakan sebagai dasar untuk pencapain 3 perspektif diatas. Dalam pemberian layanan kepada masyarakata diperlukan komitmen, dedikasi, dan kompetensi dari para aparat sehingga dapat merealisasikan visi dari instansi tersebut. Indikator yang digunakan seperti tingkat pendidikan dari aparat, penguasaan Teknologi informasi dan komunikasi, sertifikasi , dsb.

contoh perspektif BSC di instansi pemerintah sebagai berikut:

Memang membutuhkan tenaga ekstra untuk dapat menerapkan BSC di instansi berplat merah, keterbatasan infrastruktur, SDM, kebijakan yang tidak mendukung, dan mindset menjadi tantangan tersendiri. Best practise dalam “BSC Hall of Fame” telah membuktikan banyak pemerintah kota, BUMN, dan instansi pemerintha yang berhasil menerapkan BSC.