Posted by: jsofian | August 7, 2006

Bagaimana Balanced Scorecard berperan ?


Kedua Ilustrasi dibawah ini menjelaskan bagaimana balanced scorecard berperan dalam perusahaan. Ilustrasi pertama adalah sebelum dimplementasikan BSC dan ilustrasi kedua setelah diterapkan BSC. Idealnya setiap perusahaan harus mengetahui minimal apa yang menjadi Misi dan visi perusahaan. Tetapi kenyataannya banyak perusahaan kecil ataupun besar hanya menganggap visi dan misi sebagai hiasan di ruang meeting atau di depan kantor.

Saya banyak berjumpa dengan para top dan middle management yang ketika ditanya apa yang menjadi visi dan misi perusahaan mereka langsung melihat ke dinding di ruang meeting🙂. Semoga ilustrasi dibawah ini membantu untuk memahami BSC. Untuk memudahkan penjelasan  saya mengambil contoh bisnis bengkel las di kota Pangkalpinang, Bangka. Secara singkat ilustrasi pertama menjelaskan kepada kita beberapa hal yaitu:

  1. Mengapa perusahaan mereka ada (exist) di pasar ( MISSION).Misalkan saja menciptakan produk Bengkel yang inovatif, berkualitas, dengan haraga ekonomis.
  2. apakah yang menjadi nilai yang dipegang oleh perusahaan dalam menjalankan bisnisnya (VALUES). Value ini dibagi menjadi CORE BELIEF dan CORE VALUE. Core Belief adalah kenyakinan dasar semua personel (dari office boy sampai CEO) yang ada di perusahaan dalam mencapai visi perusahaan misalkan saja “Customer is the KING”. Sedangkan Core Value adalah nilai2 yang dijunjung tinggi oleh setiap personal dan perusahaan yang memandu dalam pencapaian visi perusahaan. Misalkan: Kejujuran, tepat waktu, dan profesional dalam melayani customer.
  3. Apa yang ingin dicapai oleh perusahaan di masa yang akan datang (VISION). Vision ini yang menjadi tujuan dari perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Misalkan menjadi Bengkel Las pilihan di Pulau Bangka.
  4. Terakhir adalah bagaimana rencana dan aturan main untuk mencapai vision tersebut (STRATEGY). Misalkan dengan Cost Leadership,atau product Diversification.

Sebelum ada BSC, perusahan hanya berhenti sampai disini saja dan langsung berhadapan dengan outcomes yang diharapkan misalkan saja agar pemegang saham happy (perspective financial) , customer happy (perspective customer) , proses yang efisien dan efektif (perspective internal Business) , dan pekerja yang termotivasi dan terlatih ( perspective learning and Growth) . Tidak salah memang, tetapi ada gap yang cukup besar untuk menertejemahkan misi, values, visi, dan strategy dalam bentuk action yang kongkret. Jelas keempat pernyataan tersebut masih di awan2. Bagaimana supaya 4 pernyataan tersebut dalam membumi atau secara kongkret terlaksana.

before-bsc.JPG

Balanced scorecard hadir untuk mempersempit gap (kesenjangan) yang ada antara strategy dan action. Caranya dengan menerjemahkan kedalam strategic initiaves (inisiatif strategik) dan personal objective (objektif personal). Strategic initiaves menjelaskan apa yang perlu dilakukan secara korporat untuk mencapai visi perusahaan. Sedangkan personal objectives menjelaskan apa yang harus lakukan oleh personal dalam perusahaan untuk mendukung tercapainya visi perusahaan.

Misalkan

  • strategic initiative untuk membuat customer happy dengan cara mentraktir pelanggan (baru dan lama) sambil minum teh di pingir pantai. Ketika acara kongkaw2 dengarkan berapa persen keluhan atau pujian mereka mengenai layanan yang bengkel berikan. Informasi ini dapat dijadikan ukuran bagi kepuasan pelanggan (MEASUREMENT).
  • Strategic initiative untuk menciptakan proses yang efisien dan efektif bisa dilakukan dengan cara pendekatan dari hati ke hati kepada setiap karyawan yang ada terutama dari bagian operasional dengan sistem tranparansi, atau menerapkan sistem reward dan punishment. Coba cek bagaimana ketepatan waktu datang dan pulang, berapa persen yang bolos kerja, seberapa sering lembur kerja, apakah sesuai penggunaan bahan2 dengan order yang diterima, dsb. Semuanya ini dapat dijadikan ukuran dalam menilai efisiensi dan efektifitas dalam operasional perusahaan.
  • Terakhir untuk menciptakan karyawan yang termotivasi dan terlatih strategic initiatives yang dapat digunakan misalkan dengan mentraining pada tukang las ke Jakarta untuk teknologi dengan menggunakan mesin las canggih. Ukuran yang bisa digunakan adalah berapa banyak produk inovatif yang dihasilkan, berapa jumlah karyawan yang senior dan yunior, berapa lama mereka bekerja, berapa banyak yang resign, dsb.

Diharapkan setelah BSC diterapkan, action yang dilakukan oleh semua personal yang ada di dalam perusahaan dapat sejalan (align) dengan visi perusahaan. Contoh simplenya ketika tukang las menepati waktu pengiriman pagar atau pintu kepada pelanggan, ini berarti visi untuk menjadi Bengkel Las pilihan di Pulau Bangka bukanlah hanya isapan jempol.

Terakhir, jika semua dapat berjalan dengan baik maka secara otomatis para pemegang saham akan tersenyum manis karena profit masuk dalam kantong perusahaan. Dengan kata lain tidak ada strategic initiative untuk perspective financial.

Semoga bermanfaat.

after-bsc.JPG


Responses

  1. hello
    what is CSF?

  2. bagaimana kita bisa membedakan tingkat kepuasan karyawan antara mempergunakan BSc dan tanpa BSc?

  3. saya akan baca ntar lagi

  4. bagaimana peran balanced scorecard dalam kepuasan pelanggan????????

  5. @ reza
    CSF = critical success factor, faktor penentu kesuksesan dalam suatu objektif.

    @ dhila
    bedanya terletak pada hasil dari setiap target yang telah ditetapkan misal sebelum diterapakn BSC jumlah karywan yang resign per tahun 15dan stelah diterapkan BSC berkurang menjadi 10. Penentuan detailnya biasanya terletak pada perspektif ke 4 learning and growth.

    @ardy
    utk kepuasan pelanggan, misalkan jumlah komplian pelanggan per bulan, jumlah pelanggan baru per bulan, jmh produk baru yang dikembangkan dsb. peranan BSC mampu menjawab sebab akibat mengapa terjadi hal2 diatas disertai dengan inisiatif strategi untuk mencapai target yang telah ditentukan.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: