Posted by: jsofian | August 22, 2006

Mengenal tipe audiance


megaman.gif Apapun karir yang sedang dijalankan saat ini, presentasi atau berbicara di depan publik adalah salah satu bagian dari karir dan perjalanan hidup kita. Entah dihadapan bos, temen sekerja, anak buah, vendor, klien, jamaat ataupun di lingkungan RT setempat. Sebagain orang menikmati saat berbicara di hadapan publik, karena menjadi pusat perhatian banyak orang tetapi sebagian lagi banyak berusaha keras untuk menghindari berbicara di hadapan publik. Untuk itu perlu para pembicara atau calon pembicara untuk mengetahui tipe2 audiance (peserta).

„Dibajak“ dari milis bicara mengenai perilaku audiance. Semoga artikel ini bermanfaat.

1. PERILAKU RAMBLER

Gejala: Berputar-putar, berbicara panjang dan OOT. Analisis, analogi dan berbagai contoh digunakan dengan tidak relevan. Solusi menghadapi::

  • Kembalikan fokus dan perhatiannya. Nyatakan kembali poin-poin yang relevan;
  • Arahkan pertanyaan kepada audience secara keseluruhan, lihat reaksi mereka;
  • Tanyakan hubungan antara topiknya dengan topik yang sedang didiskusikan.
  • Gunakan alat bantu visual, mulailah menulis di flip chart, nyalakan OHP
  • Katakan: “Maaf, bisa diringkaskan poinnya saja?”


2. PERILAKU SHYNESS ATAU DIAM

Gejala: Kurangnya partisipasi aktif. Solusi menghadapi::

  • Ganti strategi dari diskusi kelompok ke transaksi individual dan sebaliknya
  • Beri penghargaan dan dorongan yang besar untuk setiap kontribusi;
  • Libatkan secara langsung dengan bertanya kepadanya;
  • Maintain kontak mata;
  • Tunjuk Dia sebagai pemimpin kelompok kecil audience.


3. PERILAKU TALK-ACTIVE / BANYAK BICARA

Gejala: Tahu segala sesuatu, memanipulasi audience, suka mengeluh. Solusi menghadapi:

  • Pahami berbagai komentarnya;
  • Beri batas waktu untuk mengekspresikan komentar, dan lanjutkan acara;
  • Buat kontak mata, dan bergeraklah ke arahnya;
  • Beri perhatian khusus kepadanya saat break;
  • Katakan: “Itu menarik sekali, sekarang kita lihat bagaimana pendapat yang lain”.


4. PERILAKU SHARPSHOOTING / PENEMBAK JITU

Gejala: Mencoba menembak Anda atau mencoba menggoyang Anda. Solusi menghadapi:

  • Akui jika ada pertanyaan yang Anda tidak tahu jawabannya, minta ia sendiri menjawabnya (bagaimana menurut Anda?), atau limpahkan kepada audience;
  • Tekankan sekali lagi bahwa ini semua adalah proses belajar bersama;
  • Abaikan jika sangat sulit diubah.

5. PERILAKU HECKLER / TUKANG MENDEBAT

Gejala: Selalu tidak setuju dengan apapun yang Anda katakan, melakukan serangan secara pribadi. Solusi        menghadapi:

  • Alihkan pertanyaannya kepada audience atau kepada orang lain yang lebih mendukung Anda;
  • Akui perasaannya, dan lanjutkan sesi;
  • Akui dan pahami poin positif dari komentar atau pertanyaannya;
  • Katakan “Saya hargai pendapat Anda, tapi Saya juga ingin mendengar dari yang lain”.


6. PERILAKU GRANDSTANDING / BERSIKUKUH

Gejala: Terjebak pada agenda pribadi. Solusi menghadapi:

  • Katakan “Anda berpegang pada pendapat, keyakinan atau perasaan Anda sendiri. Saya hargai itu, tapi kita sekarang harus melanjutkan ke subyek berikutnya”;
  • Atau katakan: “Bisakah Anda menjadikannya sebagai pertanyaan?”;
  • Atau katakan: “Kita mungkin bisa melanjutkannya jika waktu memungkinkan, setelah presentasi mungkin?”

7. PERILAKU HOSTILITY

Gejala: Bertahan, marah, atau membuka arena tempur. Solusi menghadapi:

  • Hostility bisa jadi adalah topeng dari sebuah ketakutan. Lakukan reframe dengan kata kata yang bisa menunjukkan bahwa di balik semua itu adalah ketakutan. Ini akan men-depersonalize-nya;
  • Respon ketakutannya, bukan sikap hostile-nya;
  • Tetap tenang dan sopan. Jaga temperamen;
  • Jangan tunjukkan ketidaksetujuan. Bangunlah argumentasi berdasarkan apa yang keluar dari mulutnya;
  • Pertahankan kontak mata tanpa amarah;
  • Selalu buka peluang baginya untuk menarik diri secara terhormat, jangan dipermalukan; Katakan: “Anda sepertinya kecewa sekali, apakah yang lain juga demikian?” Cek respon audience atas pertanyaan Anda itu. Ini akan menciptakan tekanan lingkungan baginya;
  • Jangan gunakan berbagai asumsi atau tuduhan. Bertahanlah pada fakta;
  • Doronglah agar masalah bisa diselesaikannya sendiri. Bisa jadi ia belum punya solusi atau bisa jadi ia terlalu pesimis;
  • Jika terpaksa, abaikan saja;
  • Bicaralah padanya secara pribadi selama break;
  • Sekali lagi jika terpaksa, mintalah ia meninggalkan ruangan demi kenyamanan audience yang lain.


8. PERILAKU GRIPPING

Gejala: Mengajukan komplain yang mungkin beralasan. Solusi menghadapi:

  • Tunjukkan kepadanya bahwa kebijakan sesi tidak bisa diubah;
  • Validasi komentar atau poinnya, mungkin ia akan bisa menerima;
  • Tunjukkan bahwa Anda berkeinginan untuk berdiskusi dengannya secara pribadi;
  • Tunjukkan betapa ketatnya waktu yang tersedia untuk sesi Anda.


9. PERILAKU NGOBROL / SIDE CONVERSATOR

Gejala: Mengobrol, bisa tentang topik yang sedang didiskusikan, bisa juga tidak. Yang jelas, ini bisa mengalihkan perhatian orang lain dari Anda. Solusi menghadapi:

  • Jangan permalukan mereka;
  • Tanyakan pendapatnya berkaitan dengan topik yang sedang didiskusikan.
  • Minta mereka berbagi pandangannya;
  • Melangkahlah ke arah mereka dengan rileks;
  • Pertahankan kontak mata;
  • Berkomentarlah tentang fenomena itu, tapi jangan memandang ke arah mereka melainkan ke audience secara keseluruhan;
  • Berdirilah di dekat mereka, tanyakan pada audience di sebelah mereka sebuah pertanyaan, sehingga pusat diskusi akan bergeser ke wilayah mereka;
  • Jika terpaksa berhentilah, dan tunggu.


PERSIAPAN UNTUK MENGHADAPI BERBAGAI PERILAKU.

  1. Buat aturan untuk mengangkat tangan bila ingin berkomentar atau bertanya;
  2. Atau, katakan bahwa tanya jawab akan dilakukan di akhir sesi;
  3. Jika ada yang mulai menginterupsi, ingatkan kembali aturan di atas;

Jika mereka tetap ngotot, Anda bisa membuka diskusi terbuka, dan audience selain mereka, cenderung akan berpihak kepada Anda. Ingatlah bahwa tugas Anda bukan terlibat dalam debat dan argumentasi, Anda adalah fasilitatornya;

SEPARUH TANGGUNGJAWAB SESI ADA PADA MEREKA

Mereka bertanggungjawab untuk datang tepat waktu, mengikuti seluruh sesi sampai selesai, mendengarkan Anda, bertanya secara relevan, menjaga kesopanan dan kedamaian.

Tugas Anda: Menciptakan itu semua!


Responses

  1. Sip tenan. Ndisik pas kuliah aku pernah diajari tipe2 audience. Perilaku audience disimbolkan sebagai binatang, ada kera, jerapah, macan, kura-kura, dll. Masing2 binatang merupakan simbol dari sikap2 audience. Sayangnya entah dimana diktatku. Kelak kalau ketemu akan kubagikan sehingga lebih memberikan gambaran secara mendalam dan analogis.

    Salam.

  2. […] Cara yang paling mudah untuk belajar menjadi pembicara profesional adalah pertama dengan belajar jadi pembicara sendiri, kedua cara model pembicara yang dianggap berhasil..jangan malu2 belajar dari cara dan metode yang dipake. Ketiga belajar mengenal tipe2 audiance. […]


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: