Posted by: jsofian | November 20, 2006

Seminar Blue Ocean Strategy ..SUKSES


foto-bersama.JPG

Walaupun dengan persiapan hanya dalam 2 mingguan. Akhirnya seminar yang topic Blue Ocean Strategy (BOS) Untuk Rumah Sakit Modern dapat terlaksana dengan baik. Seminar ini terasa istimewa karena merupakan seminar pertama yang diadakan oleh Institut Manajemen Rumah Sakit (IMRS-PERSI). Partisipan yang datang sejumlah 23 orang yang merupakan pimpinan dari beberapa rumah sakit diantaranya adalah RS Kangker Dharmais, RS Dr.Ramelan, RS Pluit, RS Atmajaya, RS Azra Bogor, RS Harapan Kita, RS Medistra, RS Persahabatan, RS MMC, RS Sari Asih, RS Satya Negara, RS Medika Stannia, RS AL Minthoharjo, dan RS Bunda Margonda.

Acara dibuka oleh Sekjen PERSI Dr Johan yang menggantikan Dr Adib sebagai Ketua PERSI yang berhalangan hadir. Seminar BOS ini dibawakan secara menarik oleh 2 pakar yaitu Pak Sukono Soebakti, PhD (Presiden IICD) yang membahas BOS dari sisi manajemen dan Dr Samsi Jacobalis,SpB (pakar perumahsakitan Indonesia) yang membahas BOS dari sudut perumahsakitan. Seminar ini lebih menarik ini karena dimoderatori oleh dosen saya Pak Riri Satria,MM,ACP. Kepiawaian moderator dalam menyimpulkan isi dari pemaparan para pakar membuat seminar terasa menyenangkan, tidak monoton dan yang terpenting tidak ngantuk. Oop…saya kebagian tugas sebagai Floor Manager alias seksi sibuk.

Sebenarnya apa sih..yang didapat dari seminar ini ? pertanyaan yang terus menerus membayangi sebelum dan selama mengikuti seminar dan diakhir seminar pertanyaan itu akhirnya terjawab . Terminology Blue Ocean Strategy walaupun sudah familiar bagi saya selama satu tahunan terakhir tetapi masih belum PD kalo ditanya apa sih BOS itu ?.

Ringkasan isi dari seminar dapat saya simpulkan sebagai berikut:

1. BOS merupakan bagian dari proses manajemen strategic yaitu bagian strategi. Tetapi jika BOS mengubah secara fundamental perilaku perusahan, maka posisi BOS dapat di masukan dalam tahapan penentuan visi dan misi perusahaan. ( lihat dfd).

2. Definisi BOS adalah suatu strategi bisnis tentang menguasai ruang pasar yang tidak diperebutkan ( uncontested market space) dan dengan demikian membuat persaingan menjadi tidak relevan. Pasar yang tidak diperebutkan itu dianalogikan dengan Blue Ocean (samudra biru) artinya perusahan menjadi “monopoly” dan menguasi pasar tanpa ada pesaing. Sebaliknya kondisi dimana pasar terjadi gontok2an, saling bunuh membunuh,tikam tikaman dan berdarah2 sehingga warna merah ada dimana2 , kondisi ini dianalogikan sebagai Red Ocean (samudra merah). Jadi BOS merupakan solusi untuk keluar dari keadaan Red Ocean.

3. Bagaimana untuk keluar dari Red Ocean? Perusahaan dituntut untuk dapat menciptakan value innovation (VI). VI dapat diterjemahkan salah satunya dengan efisiensi biaya produksi dan menciptakan nilai lebih bagi konsumen. Tahapan untuk menciptakan VI yaitu Hapuskan unsur2 yang tidak bernilai lagi, kurangi yang sudah kurang bernilai, tingkatkan unsur2 yang dapat ditingkatkan sampai diatas standar, dan ciptakan hal2 baru yang belum pernah ada dalam industri. Jadi VI benar2 hal yang baru dan belum ada sebelumnya di pasar, salah satu cirinya adalah perusahaan yang ingin menyusun BOS diharamkan untuk menggunakan strategi benchmark (membandingkan dengan perusahan lain), sekali perusahaan menggunakan strategi benchmark maka perusahaan tersebut sudah dipastikan tidak menerapkan BOS. Baca sedikit ulasan mengenai inovasi yang terdapat di situs sisfokampus.

4. BOS ternyata dapat digambarkan dalam bentuk seperti canvas yang memuat banyak komponen sehubungan dengan kondisi perusahaan di pasar. Nah…dari canvas inilah diperolah gambaran komponen2 apa saja yang harus di hilangkan, dikurangi, ditingkatkan dan diciptakan. Misalkan Bisnis warung kopi, normalnya warkop menyediakan kopi, meja, kursi, harga murah, lokasi biasa, agak panas, berisik, jumlah yang relatif ada disetiap ujung jalan, pelayan yang agak urakan, dan pelanggannya biasa2 juga. Tetapi apa jadinya jika ada warung kopi yang tampil beda (uncontested market place ) menyediakan tempat yang bagus, suasana yang menarik, sejuk, diiringi musik jazz, free internet connection, harga kopi yang mahal, pelayan cantik, elegan dan fasih bercas cis cus..dalam bahasa asing serta pelanggan yang wangi dan berdasi? Eehmmm… ternyata warkop seperti ini laku keras termasuk saya yang sering nongkrong di warkop yang namanya StarBuck.

5. Mengejutkan ! Ternyata perusahaan yang berhasil menerapkan BOS di dunia ternyata hanya 3% yang benar2 blue dan sisanya 97% mungkin hanya kebiru2an ( kata Prof. Chan Kim). Ini artinya perusahaan harus betul2 memiliki Value Innovation (VI) untuk dapat tetap unggul dan bertahan di pasaran.

6. Bagaimana dengan kondisi Rumah sakit di Indonesia ? apakah Red atau Blue Ocean? Dari komentar dan diskusi dengan partisipan ternyata sebagian dari RS local menganggap kondisi saat ini sudah Red Ocean tetapi bagi Negara tetangga (Singapore dan Malaysia) justru samudra birunya ada di Indonesia. Fenomena ini terlihat dari gencarnya promosi yang ditawarkan oleh Malaysia misalnya dengan paket wisata medisnya ( medical check up, hotel, tiket, hasil yang cepat, dan harga yang relatif murah). Uniknya, pola ini berlaku untuk rumah sakit di Indonesia misalkan RS di Jakarta menganggap daerah Pulau Bangka sebagai samudra birunya sehingga berbondong2 buka RS di Bangka. Akibat dari fenomena ini dikhawirkan kondisi perumahsakitan di Indonesia menjadi tidak sehat, masing2 RS akan mati2an berjuang untuk menjaga eksistensi institusinya di pasar.

7. Solusinya adalah harus adanya regulasi yang jelas dan membumi sehingga setiap rumah sakit yang ada saling bahu membahu dan bekerja sama. Kongkretnya misalkan kerjasama antara rumah sakit yang tidak memiliki laboratorium dengan RS yang menyediakan laboratorium canggih. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan kondisi red ocean tidak terjadi.

8. Value Innovation di perumahsakitan di Indonesia menjadi pekerjaan rumah yang besar dan menjadi tanggungjawab semua komponen stakeholder rumah sakit. Karena hampir tidak ada ruang yang tidak diperebutkan dibidang perumahsakitan, semua ruang rasa2nya bisa dimasuki dan ditiru oleh rumah sakit lain.

Bagaimana kelanjutan dari seminar ini ? Nah..ini juga menjadi tantangan bagi kami selaku operator dalam IMRS, bagaimana menerapkan BOS di industri pendidikan? Strategi apa saja yang dapat menjadikan IMRS tampil beda dibandingkan dengan yang lain entah dalam hal pemilihan materi, metode penyampaian, lokasi, harga, dan komponen lainnya.

Nantikan kelanjutan seminar BOS ini dalam bentuk workshop penyusunan BOS dengan strategy canvas.

Semoga bermanfaat.


Responses

  1. Wah… sebenarnya pengen ikut. Kapan-kapan kalau ada kesempatan dan uang, mau ikut ah…

    GBU

  2. next seminar yah..

  3. […] Ini adalah catatan-catatan yang saya buat sewaktu memandu acara Seminar Sehari Blue Ocean Strategy untuk Rumah Sakit Modern tanggal 20 November 2006 yang lalu. Beberapa dari catatan ini sudah dipublikasikan oleh Sofian Lusa di blognya, (lihat di sini …). Trims Sofian, you made my job easier … Sofian banyak membantu saya dalam menyiapkan seminar ini, (lihat di sini …). […]

  4. […] dari catatan ini sudah dipublikasikan oleh Sofian Lusa di blognya, (lihat di sini …). Trims Sofian, you made my job easier […]


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: