Posted by: jsofian | December 3, 2006

Bangka Belitung Berbasis ICT


(Tulisan dimuat dalam Bangka Pos Tanggal 02 Desember 2006) 

Perkembangan ICT  (Information and communication technology) membawa perubahan besar dalam konsep pembangunan daerah di Indonesia. Seiring dengan Indonesia ICT Plan, Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (PKLN) Depdiknas mencetuskan konsep cyber city untuk kota di Indonesia. Inti dari konsep cyber city adalah pengembangan kota yang berbasis ICT dimana tersedia informasi dan infrastruktur yang terpadu (integrated) antara pemerintah daerah dengan komponen bisnis, masyarakat dan potensi daerah (perdagangan, pariwisata, pertambangan, perindustrian, pertanian, dan sebagainya). Dengan adanya penerapan cyber city diharapkan birokrasi dan peleyanan dapat dilakukan dengan satu atap. Beberapa kota sudah melakukan perancangan cyber city, sebut  saja Malang Cyber City (MCC), Sukabumi Cyber City (SCC), Bandung Cyber City (BCC), Yogya Cyber City (YCC), Solo Cyber City (SCC), Denpasar Cyber City (DCC) dan kota-kota lain yang segera menyusul. Bagaimana dengan kota Pangkalpinang?

Kota Pangkalpinang sebagai ibukota Propinsi Babel sebenarnya sudah mulai menerapkan konsep cyber city terbukti dengan  terobosan di bidang pendidikan yaitu dengan adanya  Pangkalpinang Education Cyber City (PECC). Dengan PECC, komunikasi di beberapa SMKN, SMAN,SMPN,SD, kantor pemerintah, dan dinas pendidikan sudah berada dalam suatu jaringan ( Wide Area Network).  Dengan lahirnya PECC ini berarti pemerintah kota (pemkot) Pangkalpinang sudah menempatkan faktor ICT sebagai komponen yang penting dalam pembangunan kota. Awal yang baik ini seyogyanya selaras (align) dan mengikuti  master plan pengembangan ICT bukan saja untuk kota Pangkapinang tetapi juga untuk skala propinsi.

Dari pengamatan penulis, kesalahan yang sering terjadi dalam penerapan ICT di pemerintah daerah (pemda) adalah tidak adanya ICT master plan secara holistic dan integrated sehingga penerapan ICT yang dilakukan masih bersifat partial atau terpola berdasarkan kota tertentu saja. Oleh karena itu, ada kecenderungan  setiap kota membuat anggaran penerapan ICT  tanpa mengetahui master plan propinsi dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Akibatnya, pengembangan ICT hanya terpusat pada kota tertentu saja dan dinikmati oleh sebagian penduduk saja. Akibat yang lebih buruk lagi, penerapan ICT mengalami kegagalan karena hanya berfokus dalam jangka pendek dan tidak dapat terintegrasi dengan pemerintah daerah tingkat I ( propinsi).  Akan lebih bijak jika  perancangan dan pengembangan ICT dilakukan secara terpusat di tingkat propinsi sehingga dapat mengakomodir kepentingan semua daerah. Keuntungan yang jelas diperoleh dengan terpusatnya perancangan dan pengembangan ICT di propinsi adalah efisiensi biaya dan penerapan ICT dapat dinikmati semua lapisan masyarakat.

Propinsi Babel sebagai propinsi kepulauan memiliki keunggulan competitive dan comparative yang tidak dimiliki oleh propinsi lain baik secara nasional maupun international. Lokasi strategis sebagai lintas internasional (transit) antara Singapura, Malaysia dan Indonesia. Transportasi laut dan udara yang menghubungkan kota Pangkalpinang, Belitung, Palembang, Jakarta, Riau, Pontianak dan kota sekitarnya. Ditambah lagi dengan potensi hasil laut, pertanian, pertambangan, perdagangan dan  wisata kepulauan menopang pertumbuhan ekonomi di propinsi Babel. Faktor-faktor keunggulan competitive dan  comparative ini yang harus diperhitungkan  dalam perancangan ICT propinsi Babel.

 

Bagaimana perancangan ICT master plan untuk suatu propinsi Babel? Idealnya, harus dimulai dengan melakukan gap analysis yang akan memberikan gambaran kongkret tentang kondisi ICT Babel saat ini. Gap analysis ini diperoleh dengan membuat perbandingan antara komponen atau faktor-faktor  yang dibutuhkan  dengan kondisi infrastuktur ICT yang saat ini ada (existing infrastructure) di Babel.

Komponen atau faktor-faktor yang dibutuhkan Propinsi Babel diperoleh dari rencana strategik pemda yaitu dengan menganalisa visi, misi, sasaran, strategi, key success factor (KSF), dan portfolio aplikasi. Dari analisa ini, akan diketahui secara pasti bahwa pengembangan ICT propinsi Babel harus bersumber dan mengikuti sasaran rencana strategik yang telah disepakati bersama.  Sedangkan kondisi infrastrukur ICT yang ada saat ini dapat diperoleh dengan melakukan audit dan penilainan (assessment) secara komprehensif dengan melibatkan semua dinas dan department  di pemerintah daerah.

Dari hasil gap analysis dapat diperoleh kesimpulan mengenai kondisi ICT di Babel yang meliputi  hardware, software, brainware, dan kebijakan. Output dari gap analysis ini adalah informasi yang dapat dikelompokan menjadi empat bagian yaitu:

  1. Faktor-faktor  yang diperlukan, tetapi tidak dimiliki oleh pemda. Untuk hasil temuan ini akan dilakukan adalah program pengembangan (development) baru.
  2. Faktor-faktor yang diperlukan,  sudah dimiliki  tetapi tidak memadai. Solusi untuk  temuan ini adalah dilakukan pemuktahiran ( upgrade).
  3. Faktor-faktor yang diperlukan, sudah dimiliki dan  memadai. Untuk hasil temuan ini akan dilakukan utilisasi dan deployment.
  4. Faktor-faktor yang tidak diperlukan, tetapi dimiliki. Untuk hasil temuan ini akan dilakukan eliminasi.

Gap analysis ini merupakan dasar untuk pengembangan ICT master plan, sehingga program ICT  yang akan dirancang dapat diterapkan (applicable), terarah,  terprogram dan holistik.  

Kesuksesan pengembangan Propinsi Babel berbasis ICT memang membutuhkan kerja keras dan komitmen dari semua stakeholder diantaranya adalah pimpinan daerah ( bupati, walikota, camat dan lurah), dinas /departemen, dan dukungan dari institusi pendidikan seperti Universitas Bangka Belitung (UBB).


Responses

  1. Great article. Good work.

    GBU

  2. Pandangan yang sangat menarik. Ayo semua praktisi teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia bergandeng tangan!
    Manfaatkan teknologi untuk kepentingan bangsa.

  3. smoga digunakan utk kepentingan masyarakat babel…
    bkn donlot yg macem2..

    stuju harus ada master plan ICT, yg pasti ini ga hanya di pangkal pinang tp di kab yg laen juga…

  4. salam kenal,

    saya tertarik dengan materi di artikel ini. saya berencana mengambil tema tesis tentang pengembangan ICT master plan di sebuah universitas. yang saya mau tanyakan, dalam pengembangan ICT master plan adakah standart yang harus digunakan?? atau hanya berdasarkan gap analysis dan faktor-faktor yang anda sebutkan di artikel?? kalo ada referensi tentang ICT master plan, saya minta alamatnya. maaf permintaannya banyak. terima kasih

  5. […] Ide besarnya ditulis oleh sahabat saya, Sofian Lusa, silakan dibaca di sini. […]


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: