Posted by: jsofian | January 5, 2007

IGOS Nasibmu Kini?


Aneh bin ajaib, komentar pribadi terhadap fenomena antara Menkominfo Sofyan Djalil versus Menteri Riset dan Teknologi Koesmayanto Kadiman. “Aneh“ karena kedua menteri ini yang notabene perwakilan pemerintah seyogyanya dapat bekerja bahu membahu, kompak, dan akur dalam membangun negara ini, tetapi kenyataanya kedua menteri ini justru saling menyalahkan dan bertolak belakang dalam kebijakan ICT di Indonesia.

Menkominfo secara diam2 telah meneken MOU dengan Bapak Bill Gate sehubungan dengan rencana pembelian lisensi 35.496 OS Windows dan 177.480 Microsoft Office. Total pembelian lisensi tersebut jika diuangkan hampir Rp 380 milyar. Katanya MOU ini sebagai langkah kongret dari pertemuan Presiden SBY dengan Bapak Bill Gates di Redmond, USA sekitar mei 2005. Kompensasi yang negara dapatkan dengan pembelian lisensi ini adalah sebuah “janji“ dari Bapak Bill Gates untuk mengembangkan IT di Indonesia. Jika janji ini bisa terealisasi Information and Communication Technology (ICT) di Indonesia akan berkembang pesat dan diharapkan membawa Indonesia keluar dari “BlackList“ sebagai salah satu negara Pembajak Ulung Dunia.

Namun sungguh miris, disisi lain Pemerintah juga mendukung hadirnya IGOS ( Indonesia Go Open Source), IGOS memiliki visi dan misi justru untuk mengurangi keterikatan dengan software yang berbasis closed source (proprietary) seperti Microsoft. Kami dari tim sisfokampus memiliki pengalaman tersendiri dengan IGOS pada saat diundang sebagai pembicara di salah satu seminar IGOS. Setelah dijelaskan visi dan misi IGOS , saya secara pribadi berterima kasih karena pemerintah memperhatikan perkembangan software berbasis open source di Indonesia, ini artinya masa depan Open Source sebagai tandingan closed source akan mendapatkan tempat di Indonesia.

Dengan adanya polemik ini, sepertinya realisasi visi IGOS akan semakin jauh dan entah kapan bisa diwujudkan. Apapun argumentasi yang diutarakan oleh kedua menteri tersebut, saya menjadi skeptis dengan pemerintah untuk sungguh2 membangun ICT di negara ini. Dualisme kebijakan ini, membuat banyak praktisi, komunitas IT, dan mahasiswa menjadi kecewa berat. Pemerintah yang diharapkan sebagai satu-satunya “penolong“ untuk perkembangan bayi IGOS ini justru tega2nya memberikan suntikan mematikan secara perlahan-lahan.

Lebih menyedihkan lagi, pihak yang pro dengan closed source (baca: Microsoft) berpendapat bahwa open source tidak cocok dan dinilai tidak berkembang di Indonesia. Pernyataan ini bisa didefinisikan dengan arti “pemerintah“ sendiri meremehkan kemampuan dan kreativitas para pengembang (developer) open source di Indonesia. Kenyataannya para developer Indonesia tidak kalah dengan developer luar negeri, terbukti dengan banyaknya software berbasis open source yang telah dibuat made in Indonesia. Pengen tahu software apa saja, silakan klik sini.

Seandainya saja duit Rp 380 milyar diperuntukan untuk membuat komunitas Open Source yang canggih, tidak mustahil Indonesia akan seperti silicon valley . Andai saja……..

Baca komentar Pak Dewo sehubungan dengan dilema ini.



Responses

  1. MS atau IGOS? Cape deh…

    Salam.

  2. malang bener nasib igoss…

  3. Mikocok menerapakan resep ampuh jualan di Indonesia; menjadikan pemerintah sebagai makelar.

    Mari mulai dari diri kita sendiri menggunakan produk OpenSource. Kemudian ajak keluarga dan rekan terdekat.

  4. ada software OpenSource untuk bisnis yang benar-benar integrated seperti MS Office Pro nggak, kalau ada pasti banyak perusahaan yang mau untuk pindah dari Microsoft, kalau masih individualistik dan buntut2nya mau pakai yang bagus harus bayar juga cape deh ribut2

  5. Udah denger belum kalau ada pertemuan antara Menkominfo dengan aktivis OSS ??

    Wah kebetulan saya gak begitu gembira dengan hasilnya..

    Silahkan baca di:
    http://ariefgaffar.wordpress.com/2007/01/21/mou-indonesia-dg-microsoft-kecewa-terhadap-pertemuan-aktivis-oss-dengan-menkominfo/

  6. masih dipandang sebelah mata..😦

  7. saya rasa, closed source akan mati dengan sendirinya secara perlahan, karena perekonomian indonesia yang tidak merata, dan open source akan terus bangkit untuk meningkatkan perekonomian itu,,🙂

  8. menurut aku gak penting igos ato MS yang penting legal….. legal…… dan legal….
    Tapi dari pada beli mahal-mahal ya mendingan igos lah. tapi SDMnya siap gak. Ntar komputernya diganti dengan isiten open source malah karyawannya melempem semua kerjanya. betul gaaak.
    nah kalau udah gini kan ya jadi tidak produktif

  9. Yah beginilah cara-cara mematikan kemajuan bangsa, bagaimana bangsa yang tinggal landas menjadi ketinggalan kereta. Yah, kita harus penuh dengan doa biar negara kita bisa maju.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: