Posted by: jsofian | June 17, 2007

Ekspresi Ketika Lulus SMA: Doeloe Vs Sekarang


Sedih, geram, dan prihatin melihat bagaimana lulusan SMU sekarang ini mengekpresikan kegembiraan kelulusan mereka. Lihat saja (berita SERGAP hari ini) yang terjadi di hampir rata-rata di kota besar aksi corat coret baju, rambut, sampai tembok gedung, pesta minuman keras, sampai pesta narkoba. Saya secara pribadi benar-benar tidak habis pikir apa yang ada dibenak mereka, tidak tahukah mereka bahwa perjalanan hidup mereka belum dimulai sesungguhnya, mengapa pula mereka hanya mengumbar kegembiraan hanya sesaat yang justru menjerumuskan mereka ke dalam madesu.

Doeloe 🙂 jaman saya lulus SMA dulu tahun 1993, pertama kali yang terlintas di pikiran saya adalah bagaimana saya mampu untuk bersaing dalam mencari pekerjaan, pekerjaan apa yang akan saya tekuni, bagaimana nasib masa depan saya. Maklumlah, saya dari kampung dengan keluarga sederhana. Orang tua saya sebagai wiraswasta biasa di bengkel las. Semua kekhawatiran saya tertuang dalam satu pertanyaan yang saya tulis sebuah buku kecil “ Jadi apakah saya 10 tahun dari sekarang (Nov 1993)” . Pertanyaan itu saya tulis setelah lulus dari SMA St. Yosef Pangkalpinang. Waktu itu hanya ada dua pilihan pertama meniti karir abadi sebagai tukang las di kampung atau kuliah dengan harapan mendapatkan pekerjaan kantoran. Maklum ada persepsi bahwa jika bisa kerja kantoran di Jakarta berarti sudah berhasil ( padalah kenyataannya tidak ada korelasi sama sekali antara kerja kantoran dengan keberhasilan). Buku kecil itu saya temukan lagi di tahun 2001 ( 8 tahun kemudian), saat itu saya sudah bekerja dan dipercaya sebagai  IT Manager di perusahan PMA Australia. Pertanyaan yang saya tulis dulu di tahun 1993 sebenarnya merupakan visi pribadi kedepan, dan sekarang saya bisa menjawab secara detail seperti apa saya nantinya.

Akhirnya, saya memutuskan untuk kuliah dengan tertatih2 orang tua meminjam uang ke bank karena pada saat itu lagi mengalami kesulitan keuangan. Akibatnya dokrin orang tuan yang selalu terngiang-ngiang adalah cari duit susah, harus hemat, kuliah yang benar dan cepat lulus, dan jangan pacaran sebelum bisa menghasilkan duit. Itulah saya yang jalani selama kuliah di Bandung, dan ternyata memang benar adanya, saya bersyukur memiliki orang tua yang berpikiran bahwa pendidikan adalah modal untuk masa depan, walaupun orang tua saya hanya sampai sekolah sampai SMP dan SMA.

Kembali ke masalah kelulusan, setelah penguman kelulusan diberitakan tidak ada terpintas untuk pesta pora, corat-coret, apalagi mabok2an. Perasan gembira dan bangga jelas ada apalagi dapet ranking J, tetapi ekspresinya tetap dalam koridor santun. Mengapa anak2 sekarang begitu meluap-luap yang menjurus ke brutal ketika dinyatakan lulus SMA dan SMP apakah dengan begitu masa depan mereka akan cerah terang benderang ?. saya mencoba memahami apa yang sebenarnya menjadi penyebab mereka begitu gembira eehmm…. mungkinkah karena soal ujian yang sulit sehingga ada kebanggan tersendiri pada saat lulus? atau perjuangan belajar mereka yang rrrruarrrrrr biasa keras? Ataukah karena warisan para senior ? atau untuk tampil lebih keren ? trendy ? mendapatkan iming2 hadiah yang besar ? atau ..ahh..lah semua bagi saya tidak masuk logika jika harus diekspresikan dengan berlebihan.

Paling-paling yang agak masuk di akal pengalaman lulus SMA dijadikan salah satu bahan obrolan ketika bertemu 10 tahun kemudian dengan temen satu gank di SMA . “ eh ..loe inget ngak waktu kita lulus SMA dulu, waktu kita mabok2an abis coret-coret dinding sekolah, kita khan di kejar satpam dan akhirnya loe masuk got..ha..haha..ha..masih inget ngak loe bau air gotnya … dilietin cewek kecengan loe lagi ha.ha..haa..”

Kalo cuma untuk alasan ini, cuma tiga kata “ kacian deh ..loe”


Responses

  1. Hebat, sekarang sudah bisa mencapai cita-cita. Semoga sukses selalu.
    GBU.

  2. yup…hebat,ya…aku juga alumni yosef.perasaan bingung gimana yua temen2 dengan mudahnyabisa masuk univ yang beken and ga mikir apa,apa2 dah disiapin…aku harus mikirin adek2 lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…….tapi aku ga nyesel kok aku masuk di sanata dharma yogya, ambil jurusan P.fisika..aku sadar orang sukses itu dilihat dari jerih payahnya….tapi aku salut banget……………yup…………………aku bakal usaha lebih ocrei lagi dech……………..4 my family especially 4 my mom…mama..haoooooooooo..
    god bless you.sukses,ya..lam kenal..

  3. shhhalut, seneng setelah baca artikel yang kamu tulis.singkat, padat, mengena. dan ku merasa bangga ada putra daerah yang memiliki pemikiran seperti kamu.balik ke daerah bukan berarti menurun, tapi bagai mana setelah mendapat ilmu dikota kembali untuk membangun daerah.dan bukan sebaliknya, mengeruk hasil dari daerah dan menghamburkannya di kota. wassalam…..

  4. Wawwww,bagus bener artikelnya.Saya juga alumni Santo Yosef.
    Menurut Saya memang benar saat SMA adalah masa dimana kita masih tidur dan bermimpi.Setelah lulus SMA saya baru menyadari bagaimana hidup sebenarnya yaitu ketika baru memasuki perguruan Tinggi dan jauh dari orangtua.Saya merasa berat dan susah, dengan membaca artikel ini saya menjadi bersemangat dan ingin maju…

  5. @bend
    angkatan berapa nih pak..

  6. hebat,………..

    saya juga alumni sma santo yosef angkatan 2004…………………


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: