Posted by: jsofian | June 17, 2007

Kekuatan dari sebuah FOKUS


marker-focus.gif

Di California, Sekelompok mahasiswa ditugaskan untuk menghitung berapa kali bola basket berpindah tangan dalam satu pertandingan basket. Tugas ini diberikan dalam rangka pengembangan Leadership Skill bagi mahasiswa. Menakjubkan, setelah selesai pertandingan para mahasiswa melapor hasil yang mereka peroleh ada yang menulis 1211 kali, 2081 kali, 1998 kali, 1289 kali dan seterusnya dengan berbagai analisa dan komentar. Padahal sang mentor tidak menanyakan berapa kali bola basket berpindah tangan, yang ditanyakan adalah berapa banyak jumlah maskot pinguin ( sejenis cheerleader) di lapangan basket. Tidak ada satupun jawaban yang benar walaupun jumlah maskot pinguin hanya berjumlah 7 orang.

Kejadian nyata diatas menjadi ilustrasi menarik pada saat saya mengikuti salah satu pelajaran dalam Leadership 2 years program yang diajarkan oleh pakar Leadership Dr John C Maxwell tahun 2006. Inti dari ilustrasi di atas memberikan pelajaran dan kesimpulan sebagai berikut:

1. Ketika seseorang fokus pada suatu hal, maka orang tersebut akan memperoleh hasil yang maksimal dibandingkan dengan orang yang tidak memfokuskan diri pada hal tersebut. Seandainya pertanyaan diatas ditanyakan kepada para penonton yang tidak ditugaskan menghitung berapa kali bola basket berpindah tangan, pasti jawabannya lebih ngawur ketimbang para mahasiswa yang ditugaskan.

Mengapa lebih maksimal?

2. Ketika seseorang memfokuskan diri maka seluruh waktu, perhatian, pikiran, emosi, kekuatan, dan konsentrasi akan ditujukan secara maksimal sehingga hasil yang diperoleh pun akan maksimal.

Di dalam buku The 21 Indispensable Qualities fo a Leader karangan Dr John C Maxwell. Di tuliskan bahwa Fokus merupakan salah satu dari 21 poin penting syarat sebagai seorang Leader yang baik. Semakin tajam fokus Anda , Anda akan semakin tajam dalam kepemimpin. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita memfokuskan energi dan waktu ? Tips berikut mungkin akan membantu.

Pertama, fokuskan 70% pada kekuatan Anda (strength). Pemain alat musik yang expert pasti akan berfokus pada satu alat musik saja misalkan Ahli pemain Biola mungkin tidak ahli dalam bermain trompet atau piano. Peter Drucker mengatakan (terjemahan bebas versi sofian “Sesungguhnya, tidak ada orang yang mempunyai berprestasi buruk, yang ada adalah mengapa hanya sesekali orang tersebut berprestasi baik”. Semua hal yang dilakukan secara rata-rata (universal) tidak akan memberikan kompensasi yang berarti. Kekuatan itu selalu bersifat spesifik yang fokus.

Kedua, Fokuskan 25% kepada hal-hal yang baru. Pertumbuhan sama halnya dengan perubahan. Jika ingin menjadi lebih baik, harus berubah dan memperbaiki diri. Itu artinya bersiaplah untuk memasuki hal-hal yang baru. Jika Anda mencurahkan waktu, energi, perhatian, dan sumber daya kita untuk hal-hal baru yang berkaitan dengan kekuatan (strength) maka akan bertumbah sebagai sesorang Leader yang berkualitas dalam kepemimpinan Anda.

Ketiga, dimana fokus 5%? Barulah fokus kepada kelemahan kita (weakness). Tidak ada seseorang pun di dunia yang tidak memiliki kelemahan. Apa yang harus dilakukan dengan kelemahan kita? Mudah saja, delegasikan kepada orang lain yang memiliki kekuatan di bidang kelemahan kita. Ini yang saya lakukan dalam pengembangan Smart SisfoKampus saya tidak mahir dibidang programming walaupun pernah saya tekuni beberapa tahun yang lalu, ketika ada klien yang mengajak berbicara secara serius dan mendalam tentang programming maka Pak Dewo sebagai pakar programming saya ajak untuk mendampingi saya. Mudahkan🙂. Bagaimana jika ada orang yang memberikan porsi JUSTRU sebagian besar pada kelemahannya ? Nah… jelas dampaknya akan fatal sekali bahkan bisa menutup matahari yang besar itu. Tidak percaya ? Coba ambilah satu koin Rp 500 perak, picing salah satu mata Anda dihadapan matahari maka mataharipun akan tertutup dengan koin Rp 500 perak. Ilustrasi tersebut memberikan pemahaman bahwa jika kelemahan yang menjadi fokus, maka jelas tidak akan bisa berkembang, tidak akan bisa melihat kesempatan emas disekitar kita, tidak akan bisa melihat kebaikan orang lain, pasti pergaulan kita akan terbatas dan tidak disukai banyak orang.

Prinsip inilah yang dianut oleh Tim Sisfokampus dalam perjalanannya mengembangkan aplikasi Smart SisfoKampus sampai detik ini. Kami hanya berfokus apa yang menjadi kekuatan kami yaitu dibidang pengembangan sistem informasi pendidikan di institusi pendidikan, kami selalu belajar dengan serius untuk mengembangkan hal-hal yang baru sekaligus memperbaiki diri dari pengalaman dan kesalahan dalam proses pengembangan dan penerapan Smart SisfoKampus di klien. Terakhir kami adalah pribadi-pribadi biasa yang memiliki keterbatasan dan kelemahan tetapi ketika berada dalam TIM maka kami menjadi pribadi-pribadi yang luar biasa yang mampu menghadapi segala tantangan.

Thanks for being part of a great team …


Responses

  1. Sangat mencerahkan. Semoga dapat tetap menjadi leader sejati.
    GBU.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: