Posted by: jsofian | November 18, 2007

China Undercover: RAHASIA diBalik Kemajuan China


chinna-undercover.jpg

Buku ini menarik perhatian saya ketika sedang nongkrong di toko buku beberapa hari yang lalu. Kalo sebelumnya booming buku bertajuk Jakarta Undercover, sekarang ada Chinna Undercover “Rahasia Di balik Kemajuan Chinna”. Buku setebal 362 halaman ini merupakan kumpulan cerita nyata yang ditulis oleh sepasang suami istri. Mereka nekad menulis dan mempublikasikan kisah2 yang menggambarkan kebobrokan pemerintah wilayah yang tidak berpihak kepada petani kecil. Peristiwa ini terjadi di salah satu propinsi miskin di Chinna. Dari karyanya, sang penulis Chen Guidi dan Wu Chuntao mendapatkan penghargaan dari Contemporary Age sebagai reportase yang inovatif. Buku ini sempat dilarang beredar di Chinna karena dianggap sebagai provokator untuk rakyat memberontak dan mencoreng Chinna di mata dunia.

Chinna sebagai raksasa Asia menyimpan banyak cerita yang mengagumkan terutama pertumbuhan ekonomi yang spektakuler. Contohnya saja kemampuan Chinna dalam membangun jalan tol yang menghubungkan hampir semua kota-kota di semua propinsi d sekalipun kota tersebut masih belum laik di sebut kota metropolitan. Dalam kunjungan terakhir ke sana, saya sempat bertanya dengan seorang teman mengapa Chinna membangun jalan tol secara besar2an di semua kota. Dugaan awal saya ternyata salah, jalan tol yang dibangun secara spektakuler memiliki tujuan lagi selain menghubungkan kota2 di seluruh propinsi, ternyata jalan tol tersebut diperuntukan sebagai landasan pesawat terbang dan helikopter untuk mengantarkan bantuan secara cepat jika terjadi bencana alam atau hal-hal yang membutuhkan pertolongan cepat. Banyak lagi cerita menarik sehubungan dengan budaya di sana.

Buku ini bercerita, dibalik semua kesuksesan pembangunan ternyata praktek otoriter, premanisme, penindasan dan nepotisme merebak terjadi di desa-desa dan yang menjadi korbannya adalah para petani. Diceritakan juga perjuangan para petani dalam memperjuangkan keadilan dan nasib mereka ditengah2 penindasan fisik dan himpitan pajak yang melambung. Kepiawaian oknum pemerintah dalam memutarbalikan fakta sangat kental dalam buku ini, tidak heran siapun yang berhadapan dengan oknum pemerintah akan menjadi korban bulan2an sampai menjadi martir. Peristiwa ini terjadi dalam satu dekade terakhir ini, dan tidak menutup kemungkinan ini masih terjadi sampai sekarang. Memang ada harga yang harus dibayar dari sebuah pembangunan, minimal dari buku ini mengajarkan untuk lebih bijak dalam bertindak dan mengambil keputusan karena pada akhirnya kekuasaan ada di tangan rakyat.

Bagaimana dengan negeri tercinta Indonesia? Apakah berimbang antara pembanguan yang diperoleh dengan “harga” yang harus di bayar dari rakyat? Rasa2nya kita tidak memerlukan adanya “Chen Guidi & Wu Chuntao “untuk mengungkapnya. Lihat dan saksikan sendiri!


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: