Posted by: jsofian | April 1, 2008

Saat OSS dukung Sistem Informasi Pemilu


Kompas, 31 Maret 2008

Keterbukaan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serta pemilihan umum untuk anggota legislatif, presiden, dan wakil presiden kini tidak hanya sebatas bisa dicapai dengan menerapkan sistem pemungutan suara, namun juga pada pembuatan program peranti lunak untuk pendataan, komputasi, hingga menampilkan hasil perhitungannya. Peranti lunak sumber terbuka atau Open Source Software (OSS) tengah dijajaki penerapannya pada pemilu tahun depan, mengacu keberhasilan pengoperasiannya dalam Pemilu 2004 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan oleh Staf ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Bpk.Engkos Koswara di sela-sela Workshop Jaringan Pendayagunaan Open Source Software (POSS Network) di Batam, pekan lalu. “KPU Pusat menanyakan sistem informasi berbasis OSS untuk pemilu mendatang,” ujarnya. Penerapan OSS pada pemilu dan pilkada, jelas professor riset bidang teknologi informasi ini, memiliki beberapa keuntungan. Selain mengurangi ketergantungan kepada pihak asing dalam perancangan peranti lunak, hal ini juga bisa menekan dana penyelenggaraan pemilu.

Biaya bisa ditekan karena pengembang OSS itu lokal dan sistem informasinya tidak berlisensi, diperoleh gratis dari situs jaringan (website). “Ini peluang bagi pengembang lokal untuk unjuk kemampuan,” ujar Engkos.

Menggunakan peranti lunak sistem tertutup produksi asing, jika ada kerusakan belum tentu bisa diselesaikan cepat karena harus memanggil teknisi dari luar negeri untuk perbaikannya.

Biaya total pemilu tahun 2009 sekitar Rp 2,5 triliun, sama dengan tahun 2004. Sedangkan biaya sistem informasi pemilu dari Rp 280 miliar (tahun 2004) turun menjadi Rp 275 miliar pada 2009. “Melihat ongkos demokrasi yang butuh dana besar itu, maka perlu penggunaan e-domokrasi sebagai sarana yang murah, andal, dan akuntabel sehingga dapat diawasi langsung oleh masyarakat,” ujar Hemat Dwi Nuryanto, Kepala Pengembangan Sistem Informasi Pemilu 2004 berbasis OSS, untuk KPU DKI Jakarta.

Sistem Informasi KPU DKI dikembangkan mengacu pada Grand Design Sistem Informasi KPU yang ditetapkan pemerintah. Dari sistem berbasis OSS seperti Linux, Java, MySQL, dan Tomcat dihasilkan portopolio 32 aplikasi. Di tingkat nasional ketika itu hanya ada dua aplikasi.

Kekuatan sistem ini pada algoritmanya– terlihat pada cepatnya perhitungan. Pada Pemilu 2004, seluruh hasil perolehan suara bisa tampil setelah beberapa hari. Di tingkat nasional dengan sistem tertutup atau proprietary yang menampilkan 50 persen hasil perhitungan, perlu lebih dari sebulan. Kecepatan perhitungan didukung dengan penerapan digital mark reader atau intelligent character recognition untuk pendataan. Kertas data dipindai agar cepat dan tepat.

Berita lainnya tentang IGOS dalam mendukung Pemilu dapat di lihat di detik


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: