Posted by: jsofian | June 14, 2008

Pelatihan ICT Guru di Pangkalpinang


Mengembangkan sumber daya manusia atau mempersiapkan infrastruktur TIK menjadi dilema seperti chicken or egg, kedua memiliki argumen yang kuat. Idealnya, memang keduanya memiliki perencanaan kapan di kembangkan SDM dan kapan dibanguan TIK. Sehingga secara sinergis dapat menghasilkan outcome yang maksimal bagi organisasi. Dilema ini juga yang dihadapi oleh Pangkalpinang Education Cyber City (PECC) yang menjadi salah satu ikon perkembangan TIK di kota pangkalpinang. Dalam pemanfaatanya ternyata PECC belum maksimal, masih banyak sekolah yang belum memanfaatkan infrastruktur internet gratis ini. Alasannya klasik yang selalu terlontar tidak ada Sumber daya manusia yang memaintain, diknas sebagai provider pun sebenarnya sudah mulai berbenah untuk penyedian tenaga teknis untuk TIK dan guru2 TIK melalui program bea siswa setingkat diploma. Namun, membutuhkan waktu untuk dapat terserap di setiap sekolah.

Sungguh menyedihkan, jika sebuah sekolah yang memiliki laboratorium komputer yang hanya dimanfaatkan sebatas praktikum siswa, pencarian lagu2, atau bermain game. Banyak cara sebenarnya dibisa diterapkan agar siswa dan guru aktif untuk memanfaatkan internet. Salah satu cara yang cukup efektif adalah dengan menggunakan internet ke dalam proses belajar mengajar. Guru menggunakan dalam mencari materi, silabus, dan metode mengajar untuk memperkaya pada saat mengajar, sedangkan siswa mencari bahan untuk menunjang pelajaran atau mengerjakan tugas. Oleh karena itu membekali mereka dengan ketrampilan dan teknik searching di internet menjadi langkah awal yang perlu dilakukan. Dari survei singkat, ternyata mayoritas guru2tidak mengetahui bagaimana secara efektif mencari dokumen di intenet, yang mereka tahu adalah ketik di search engine google atau yahoo, kemudian memilih satu persatu dokumen yang dicari.

Kenyataan ini yang menjadi latar belakang diadakan pelatihan ICT GRATIS di Pangkalpinang khusus bagi guru-guru. Topiknya “teknik pencarian efektif di internet”, rencana semula akan diadakan di beberapa sekolah mewakili SD,SMP,dan SMA tetapi yang terealisasi hanya di 2 SMP yaitu SMP St Theresia dan SMP N 2 Pangkalpinang. Sayang workshop tidak berjalan mulus lantaran koneksi internet sering disconnected, sehingga ada beberapa bagian yang tidak sempat di praktekan. Saya bersemangat dengan antusias guru2 yang mengikuti pelatihan terutama dari guru2 SMP N 2 yang memang dipersiapkan untuk Sekolah bertaraf internasional (SBI).

Dalam pelatihan ini, saya juga mensosialisasikan kehadiran crayonpedia sebagai wadah pendidikan cerdas untuk perkembangan pendidikan di Indonesia. SMP N 2 pangkalpinang langsung menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi dalam memperkaya konten untuk crayonpedia.


Responses

  1. Good Job bos… sukses ya.

    Salam
    Farian Rinaldi


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: