Posted by: jsofian | November 14, 2008

Workshop 3 hari di Bimas Hindu


bimas-hindu_14nov08-_31

 

Setelah berhasil mengadakan workshop di Bimas Buddha. Minggu ini tim S2LC kembali mengadakan workshop di Departemen Agama untuk Bimas Hindu. Topik dari workshop kali ini adalah perancangan ulang rencana strategis dan IT Master Plan di Ditjen Bimas Hindu. Workshop ini berkenaan dengan persiapan pembuatan renstra Bimas Hindu pada tahun 2009. Workshop diadakan di ruang sidang Bimas Hindu selama 3 hari dari tanggal 10, 13, dan 14 november 2008. Dengan menampilkan Riri Satria sebagai pembicara di hari pertama. Topik yang dibawakan sehubungan dengan pentingnya peran renstra  dan tahapan melakukan re-design dalam sebuah organisasi. Hari ke dua dibawakan Henry Christianto yang bertajuk perancangan IT Master Plan di Ditjen Bimas Hindu. Saya kebagian di hari ke tiga dengan topik Behavioral Assessment.

 

bimas-hindu_14nov08-_2

Diikuti hampir 40 partisipan, workshop dihari ke tiga terasa semarak tidak tidak terasa jenuh karena diselinggi dengan humor2 segar dari para partisipan yang bikin geeerrrrrr suasana. Maksud dan tujuan komprehensif yang ingin di capai dengan dilakuan behavioral assessment di Ditjen Bimas Hindu adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan gambaran kepada top manajemen tentang profil personal dan bagian/divisi. Dengan informasi ini top management dapat mengambil keputusan, arahan, dan kebijakan yang lebih tepat sehingga dapat menunjang antara kepentingan perusahaan dengan kekuatan secara personal dari karyawan. 
  2. Meminimalkan terjadinya konflik antar personal dengan penempatan yang sesuai posisi dan  karateristik   personal sehingga efektivitas kerja dapat tercapai. Konflik dapat dimanage dengan mengkombinasikan karakteristik karyawan terutama dalam tim. Kombinasi personal yang tepat akan menghasilkan kinerja maksimal bagi perusahaan.
  3. Komunikasi antar personal dan divisi lebih efektif sehingga dapat memaksimalkan kinerja secara korporat. Komunikasi adalah faktor penting dalam membina kekompokan dalam tim. Dengan adanya komunikasi yang baik hubungan atasan dan staff ataupun dengan rekan kerja menjadi efektif sehingga dapat meminimalkan terjadinya kesalahpahaman antar anggota tim.

 Dalam aplikasinya secara individu (personal), kegunaan profiling dengan DISC model ini  adalah sebagai berikut:

  • Modify. Setiap personal mengetahui perilaku yang harus diubah atau dikembangkan agar sesuai dengan arah dari renstra organisasi. Dampak perubahan ini akan terjadi di masa yang akan datang, oleh karena itu harus diadakan intervensi dari pihak eksternal (konsultan) untuk membantu perubahan yang diinginkan.
  • Capitalize. Setiap personal style memiliki kekuatan yang unik satu dengan yang lain. Kekuatan ini perlu diperkuat secara terus menerus untuk menunjang bisnis proses dan pelayanan dalam bagian/divisi masing-masing.
  • Complimentary, Dalam setiap kegiatan yang membutuhkan kerja tim/kelompok, setiap personal dapat saling melengkapi satu dengan yang lain sesuai dengan kekuatan dan kelemahannya, sehingga tujuan dapat tercapai dengan lebih maksimal.

bimas-hindu_14nov08

Terima kasih atas partisipasi dan kerjasama yang baik dari tim Bimas Hindu.


Responses

  1. […] kedua, akan diisi oleh Henry tentang perencanaan stratejik sistem informasi, dan hari ketiga oleh Sofian membahas instrumen asesmen SDM yaitu DISC […]


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: