Posted by: jsofian | May 6, 2009

Tahapan Gelombang Inovasi


wave-of-innovationBeberapa saat waktu yang lalu, seorang kawan yang sekaligus business owner bercerita bagaimana komputer bisa masuk ke dalam perusahaannya yang bergerak dibidang consumer good. Perusahaan ini adalah perusahaan keluarga  yang cukup terkenal di daerahnya. Pada awal perusahaan ini dirintis oleh  generasi pertama ( sang kakek), diteruskan oleh generasi kedua (ayah) dan sampai sekarang di generasi ketiga.   Kawan saya ini adalah dari generasi ketiga yang baru saja memperoleh gelar Master of business Administration (MBA) dari Australia.

Sekitar tahun 80an, perusahaan ini mulai menggunakan komputer, pada awalnya penggunaan komputer hanya  sebatas administratif. Komputer dianggap bisa meminimalkan penggunaan kertas, lebih cepat, lebih rapi karena tidak ada tip ex, dan data dapat disimpan secara elektronik dengan menggunakan disket ukuran 5,5 dan 3,5 inchi. Kemudian seiring dengan perkembangan bisnis, mulailah dibangun Local Area Network, kemudian dikembanglah  aplikasi inventory, keuangan, sampai kepada tahun 2005 diterapkan aplikasi ERP (enterprise Resources Planning) yang investasinya bernilai ratusan juta rupiah. Dengan bangga ia bercerita, perusahaan telah membeli V-sat dan video conference (Vicon) untuk  kelancaraan komunikasi dengan kolega di luar negeri dan koordinasi dengan cabang-cabang di seluruh Indonesia. Sebagai direksi, transaksi penjualan dapat diketahui secara real time di masing-masing cabang  dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif dan tepat.

Cerita kawan saya ini merupakan best practice yang lazim ditemui di banyak perusahaan ketika berevolusi menerapakan teknologi informasi.  Benar, seperti yang di tulis oleh Kenneth Promozic cs dalam bukunya Strategic Choice: Supremacy, survival, or sayonara bahwa gelombang inovasi teknologi teknologi di bagi  dalam beberapa tahapan yaitu:

  1. Reducing cost: Pertimbangan dalam tahapan ini, teknologi informasi dikaitkan dengan urusan administratif yang bertujuan mengurangi biaya. Contohnya penggunaan komputer sebagai pengganti mesin tik. Komputer jauh lebih unggul dibandingkan dengan mesin tik ditinjau dari kecepatan, kerapian, penggunaan kertas, dan sebagainya. Selain itu juga komputer dapat menyimpan data dalam bentuk softcopy yang lebih tahan lama dibandingkan kertas secara fisik. Perusahaan menitikberatkan pada perspektif efisiensi (cheaper, faster, and better) dalam aktivitas sehari-hari.
  2. Leveraging Investment: tahapan kedua, teknologi informasi dipandang sebagai aset yang menguntungkan dibandingkan dengan teknologi serupa atau dengan kata lain memiliki value added Perbandingan ini diukur dari segi keuangan, misalkan pengiriman surat dengan email  jauh lebih murah dibandingkan dengan pengiriman surat secara manual yang membutuhkan waktu lebih lama dan mahal atau  sama halnya dengan komunikasi menggunakan telephone untuk interlokal atau internasional jauhh lebih mahal jika dibandingkan berkomunikasi melalui chatting atau internet (VOIP)
  3. Enhancing products and services: tahapan ketiga terjadi ketika sebuah teknologi dapat memberikan kontribusi signifikan dalam proses penciptaan produk dan jasa, sehingga menambah nilai dan kualitas dari produk dan jasa yang ditawarkan. Ukuran yang sering digunakan adalah perubahan dalam  market share. Sebagai contoh adanya dengan adanya call center secara online bagi para pelanggan yang ingin menyampaikan komplain atau menanyakan informasi tentang produk dan jasa yang ditawarkan. Fasilitas ini tentu saja menjadi faktor penentu ketika para pelanggan membeli produk dan jasa.
  4. Enhancing executive decision making: seiring dengan perkembangan perusahaan dan dinamika pasar, maka top manajemen  perusahaan membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat dan berkualitas. Kecepatan proses pengolahan data menjadi informasi dan terakhir menjadi knowledge merupakan  faktor yang fundamental untuk tetap unggul di kancah persaingan. Oleh karenanya perusahaan mulai  menerapkan konsep manajemen modern untuk memperbaiki kinerja perusahaan  seperti business process reengenering, balanced scorecard, six sigma, total quality management, dsb. Peranan teknologi infornasi disini sebagai enabler dimulai dari proses pengumpulan data, pengolahan, integrasi, pelaporan, analisa, dan sampai kepada pengambilan keputusan.
  5. Reaching the customer; tahapan kelima teknologi informasi dipandang telah menjadi alat untuk mendapatkan pelanggan. Biasanya ini terjadi pada perusahaan penyedia jasa, teknologi informasi diekploitasi secara maksimal 24 jam x 7 hari dan menembus  batas ruang  dan bata waktu (ubiquitous). Teknologi informasi  menjadi penghubung antara perusahaan dengan pelanggan, lihat saja internet banking, mobile banking, home shopping, e-consultancy, e-commerce, dsb.

Dalam pelaksanannya, top management harus bijak menyikapi evolusi yang terjadi di setiap tahapan agar tidak terjadi resistensi para stakeholer khususnya di dalam internal perusahaan. Oleh karena itu diperlukan change management dari setiap tahapan.


Responses

  1. […] Tahapan Gelombang Inovasi […]


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: