Posted by: jsofian | June 29, 2009

Pekan Produk Kreatif Indonesia 2009


mkt timPekan Produk Kreatid Indonesia (PPKI) tahun ini agak berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pasalnya fokus PPKI 2009 difokuskan untuk show off berbagai produk dan produk industri kreatif berbasis teknologi informasi contohnya film, iklan, musik, animasi, publishing, printing, software, disign dan packing. Melalui seleksi ketat, produk yang ditampilkan dalam pameran ini meruapakan produk yang dijamin keaslian dan kualitas made in anak bangsa. Selain pameran acara lain yang layak diikuti adalah seminar mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan industri kreatif dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya.

Sisfokampus terpilih sebagai salah satu produk unggulan yang ditampilkan dalam PPKI 2009, melalui seleksi selama hampir dua bulan, Sisfokampus dinyatakan layak untuk masuk ke dalam kelompok industri kreatif E-learning. Baca selengkapnya di sini.

Mengapa pemerintah sangat concern mengenai industri kreatif ini?  Ternyata dalam kajian dan pemetaan selama krisis ekonomi yang melanda Indonesia, industri kreatif ini memberikan kontribusi sebesar 6.6% kepada PDB, menyerap tenaga kerja sebanyak 5.4 juta orang, dan memberikan kontribusi pada nilai ekspor sebesar 9.8%. Industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengekspoitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut ( press release Depkominfo 2009).

Benar apa yang diramalkan oleh Alvin Toffler dalam bukunya the 3rd waves bahwa peradaban manusia dapat dipetakan dalam tiga era yaitu:

  1. Era Agrarian, dimana perekonomin masa itu didominasi oleh pertanian dengan tanah yang menjadi modal utama. Fokusnya pemenuhan urusan perut. Caranya dengan menggunakn tenaga (otot) untuk mengelola hasil pertanian sehingga menjadi bahan makanan. Para konglomerat jaman itu adalah para tuan tanah.
  2. Era Industrial, era dimana pabrik2, mesin2, dan bangunan menjadi fokus untuk menghasilkan produk selain bahan makanan. Caranya dengan menggunakan mesin sebagai pengganti tenaga manusia. Kaum kapitalis menjadi kaum borjuis dimasa ini.
  3. Era informasi, era yang berdasarkan kemajuan teknologi informasi, komunikasi, komputer, dan perangkat elektronik untuk menjalankan roda ekonomi.Era ini dimulai pada awal tahun 80an. Era ini hanya bermodalkan otak yang encer yang dipenuhi dengan kreativitas dan inovasi. Lihat saja para konglomerat era ini tidak lagi identik dengan tuan tanah dan pemilik modal yang relatif dari kaum ”ABG” ( angkatan babe gue ),melainkan dari kalangan ABG anak baru gede beneran  lihat saja Bill Gate dengan microsoftnya memulai bisnis diusia 25 an , Matt Mullenweg (25 thn) dengan wordpressnya, Mark Zukerberg ( 23 thn) dengan facebooknya, dll.

Atas dasar ini, sudah saat ini pemerintah serius untuk mendukung industri kreatif atau industri anti krismon, minimal dalam bentuk dukungan seperti pengadaan PPKI yang semua biayanya ditanggung oleh pemerintah. Berita baik bagi pemilik industri kreatid ini adalah pemerintah akan memperlakukan khusus dalam hal pajak. Kita tunggu saja realisasinya.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: