Berkunjung ke Taiwan Semiconductor Manufacturing Corp


Setelah sesi di kelas selesai, acara lanjutan yang ditunggu adalah kunjungan industri yang menjadi tujuan utama dalam program ini. Tujuan yang ingin dicapai adalah melihat secara nyata perkembangan penelitian dan industri di Taiwan. Perusahaan yang dikunjungi adalah Taiwan SemiConductur Manufacturing Corporation,  yang di klaim  sebagai perusahaan semikonduktor terbesar di dunia dengan pabrik yang tersebar di beberapa negara besar di dunia. Ketika berkunjung di area ini, terlihat keamanan agak diperketat dengan melarang semua elektronik divice untuk dibawa seperti kamera, recorder, HP,dsb. Tentunya saja berkaitan dengan kerahasian dari produk mereka. Beberapa catatan yang  dalam kunjungan ini adalah: Continue reading “Berkunjung ke Taiwan Semiconductor Manufacturing Corp”

Advertisements

Taiwan..I’m coming


Mendengar negara Taiwan,  hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah negara yang sangat agresif berkembang khususnya dalam bidang teknologi informasi. Saat ini, Taiwan dikenal sebagai negara produser dalam integrated circuits (IC) dan personal computer (PC). Dalam keseharian di Jakarta, dengan mudah kita ditemui berbagai produk Taiwan seperti mouse, motherboard, keyboard, scanner, monintor, network card, power supplies, graphic cards, notebook, dan CD Room. Perangkat-perangkat tersebut sekaligus menjadi output Taiwan yang membanjiri pasar dunia.  Keberhasilan Taiwan dalam membangunan keunggulan kompetitif negara dengan menggunakan teknologi dengan didukung oleh sumber daya manusia menjadi magnet yang menarik perhatian negara-negara berkembang apalagi tercatat negara ini dapat bertahan dari krisis ekonomi tahun 1998 dan mampu mengatasi gempa bumi dahyat pada tahun 1999. Tidak heran negara ini dikenal dengan technical and capital innovation, culture, people, dengan berbagai produk dalam bidang industri elestronik dan komputer. Continue reading “Taiwan..I’m coming”

Cerita Rakyat Bangka Belitung


sejarah-babel1Berdasarkan sejarah, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sudah dihuni sejak abad 7 Masehi, yang didominasi dengan kebudayaan dan agama Hindu. Karena letaknya yang strategis sebagai jalur lintasan antar samudra dan  perdagangan ditambah lagi dengan melimpahnya kekayaan alam dan tambang  di Babel , tidak mengherankan jika banyak kerajaan yang silih berganti menguasi kepulauan ini sebut saja Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Johor, Mataram, Banten, kesultanan Palembang, sampai pada kepada banga asing yaitu Belanda dan Inggris.   Sejarah juga menunjukkan bahwa Babel menjadi tempat persinggahan favorit bagi para bajak laut dan perompak, oleh karenanya tidak mengherankan banyak rumor yang beredar secara turun temurun bahwa di Selat Bangka banyak terdapat harta karun.  Sebutan lain dari  Kepulauan Bangka Belitung oleh penjajah Inggris adalah  Duke of island ( 20 mei 1812 M). Sedangkan Bangsa Jepang menyebut Kepulauan Babel sebagai Bangka Beliton Ginseibu. Cerita lengkap mengenai sejarah Kepulauan Bangka belitung dapat di baca di sini. Continue reading “Cerita Rakyat Bangka Belitung”

Ayo..bersiaplah Bangka Belitung!


Efek domino dari film ”Langkar Pelangi” tenyata membawa angin segar bagi kepulauan Bangka Belitung, khususnya pariwisata. Harus jujur diakui, sebelum ada film Laskar Pelangi tidak banyak orang yang tahu dimana letak  Pulau Belitong (belitung ) karena memang publikasi mengenai pulau ini tidak terlalu gencar. Dari pemberitaan koran lokal dan informasi teman2 yang di bidang pariwisata, semestinya masyarakat Babel mendapatkan ”berkah” karena kedatangan turis2 lokal dadakan. Namun pada kenyataannya justru menimbulkan permasalahan baru. Sebagain dari turis lokal banyak yang mengeluhkan minimnya informasi dan infrastruktur untuk mencapai Pulau Belitung. Misalkan informasi mengenai hotel (akomodasi), transportasi (taxi), tidak adanya money changer, art shop, dan paket wisata di Belitung. Ada juga yang beranggapan kondisi yang sebenarnya di lapangan tidak sesuai dengan brosur yang mereka terima. Seingat saya, permasalah klasik ini dari sejak dahulu kala sudah ada dan (rasa-rasa) tidak ada terobosan dari pemerintah untuk memperbaikinya. Dari data statistik  Dinas ParBud (2006) jumlah kunjungan turis asing di Babel sekitar 1.400 orang dan turis lokal berjumlah 77.000 orang. Jika dibandingkan secara nasional yang mencapai sekitar 5 juta turis, angka ini memberikan kontribusi yang sangat kecil. Padahal jika dikelola dengan profesional, keunggulan komparatif yang dimiliki oleh Babel bisa menjadi unggulan secara nasional atau minimal di Pulau Sumatera.

 

Ditengah kondisi yang ”serba terbatas” ini ditambah resesi ekonomi global, Pemprov Babel mencanangkan Visit Babel Archi 2010 (VBA 2010). Sebuah program yang sangat berani dan terkesan bombastis, pasalnya hanya tinggal 12 bulan lagi. Persiapan untuk menuju ke sana sampai saat ini belum terlihat jelas dan tersosialisasi secara luas. Baca disini ulasan mengenai  VBA 2010.  Mungkinkah program VBA 2010 terealisasi dengan baik atau jangan2 hanya menjadi isapan jempol belaka ?. Kita tunggu saja.

Pesona Jakarta di Malam Tahun Baru 2009


tahun-baru-di-ancol11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tahun-baru-di-ancol21 tahun-baru-di-ancol3  tahun-baru-di-ancol41 

Di malam pergantian tahun kali ini, saya dan keluarga menghabiskan waktu  di Ancol. Sekembali dari Bangka, kami langsung menuju Mediterania Ancol Residence. Berbeda dari  biasanya, kali ini kami menikmati malam pergantian tahun dengan view dari lantai 29. Woww.. ternyata jauh lebih berkesan menikmati Jakarta yang atas. Malam ini, Jakarta indah sekali dengan beraneka kembang api  yang seakan saling bersaut2an sejak pukul 23. Ancol masih menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk melewati tahun 2008, riburan masyarakat tumpah ruah berkumpul untuk melihat pagelaran kembang api. Inilah pemandangan Jakarta di malam pergantian tahun, yang diambil dengan menggunakan kamera digital Olympus μ 1000

Ayo..Bersiaplah Bangka Belitung!


pantai-matras

Efek domino dari film ”Laskar Pelangi” tenyata membawa angin segar bagi kepulauan Bangka Belitung, khususnya pariwisata. Harus jujur diakui, sebelum ada film Laskar Pelangi tidak banyak orang yang tahu dimana letak  Pulau Belitong (belitung ) karena memang publikasi mengenai pulau ini tidak terlalu gencar. Dari pemberitaan koran lokal dan informasi teman2 di bidang pariwisata, semestinya masyarakat Babel mendapatkan ”berkah” karena kedatangan turis2 lokal dadakan. Namun pada kenyataannya justru menimbulkan tantangan tersendiri. Sebagain dari turis lokal banyak yang mengeluhkan minimnya informasi dan infrastruktur untuk mencapai Pulau Belitung. Misalkan informasi mengenai hotel (akomodasi), transportasi (taxi), tidak adanya money changer, art shop, dan paket wisata di Belitung. Ada juga yang beranggapan kondisi yang sebenarnya di lapangan tidak sesuai dengan brosur yang mereka terima. Seingat saya, permasalah klasik ini dari sejak dahulu kala sudah ada dan (rasa-rasa) tidak ada terobosan dari pemerintah untuk memperbaikinya. Continue reading “Ayo..Bersiaplah Bangka Belitung!”

Hari Bahagia


this-is-my-dad

with-my-son-_outlet-bandungHari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi kami sekeluarga, ditengah2 meeting dengan klien (hari sabtu) di Bandung. Kami menyempatkan ”kabur” sejenak bermaen bersama keluarga yang selama ini menjadi ”buaya kecilku”. Didampingi oleh istriku Novi, yang selalu menjadi tiang doa sekaligus penopang di segala kondiri, dan jagoanku keevan, sumber sukacitaku setiap hari. Tempat yang kami kunjungi pertama di daerah ITB, lantaran di sekitar kampus ITB banyak sekali kuda. Anakku suka sekali naek kuda, jadi berhentilah kami sejenak untuk menemani keevan naek kuda. Kemudian dilanjutkan menyusuri outlet2 di jalan Riau, dan terakhir berhenti di Secret sambil makan siang. Anakku begitu menikmati hari ini..soalnya jarang bisa mengajak keluarga berpergian sekalipun weekend L . makanya kesempatan ini tidak disia-siakan,  anakku bermain mandi bola, maen mobil2an, semua dicoba.  Segala penat dan capek spontan sirna ketika melihat anakku kegirangan bermaen. Hip..hip..horeee..horeee

keevan-maen-mobil

keevan-naek-kudakeevan-maen-prostan

Up ↑