Screen Shot 2013-02-24 at 8.10.46 PM Harus diakui bahwa kecenderungan dari sebagian besar karyawan ogah untuk melakukan Knowledge Sharing & Transfer (KS&T) kepada rekan sekerja atau bawahnya di dalam perusahaan, alasannya sederhana saja agar tidak tersaingi atau lebih ekstremnya agar tidak tersingkirkan. Oleh karena itu, KS&T merupakan tantangan bagi perusahaan. Menantang karena paretonya  mengatakan bahwa keberhasilan KS&T 80% berhubungan dengan aspek non teknis dan hanya 20% terkait dengan aspek teknis.  Kondisi ini secara kasat mata jelas terlihat di sebagain besar budaya perusahaan di Indonesia. Secara sederhana, KS&T merupakan proses pertukaran knowledge  antara beberapa orang yang saling berkepentingan atau yang tergabung di dalam komunitas. Perusahaan sadar akan pentingnya knowledge sebagai aset intangible yang sangat berharga untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi akan keberhasilannya sebuah proses KS&T, antara lain teknologi, budaya organisasi, kepercayaan, dan intensif. Banyak faktor yang mempengaruhi KS & T karena KS & T memilki keterkairan dengan waktu, kesempatan, kerumitan, dan strategi. Rintangan yang dapat menghambat jalannya KS & T dapat timbul dari berbagai faktor, antara lain masalah dalam berkomunikasi, salah penafsiran, bahasa, teknologi dan teknik yang digunakan dalam knowledge sharing dan transfer. Guzman dan Wilson (2005) menyatakan bahwa rintangan dan masalah dari KS & T adalah kekompleksitasan proses sosial yang terjadi selama proses sharing berlangsung.

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi akan keberhasilannya penerapan KS & T dalam suatu perusahaan adalah pemilihan strategi yang tepat dalam pelaksanaannya. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam mengidentifikasi, menyimpan, dan metransfer knowledge yang ada. Strategi yang berhasil diterapkan pada satu perusahaan belum tentu strategi itu juga tepat digunakan untuk perusahaan lainnya.  Implementasi knowledge sharing dan knowledge transfer yang sukses tidak luput dari pemilihan strategi yang tepat dalam penerapannya. Strategi yang tepat pada satu perusahaan tidak dapat dijadikan acuan akan kepastian suksesnya penerapan strategi yang sama dalam perusahaan lainnya. Ada 12 startegi untuk keberhasilan KS & T yaitu (William J Rothwell): Read More…

Posted by: jsofian | December 8, 2012

Parenting Seminar “Five Star Families”


Screen Shot 2013-03-24 at 10.47.36 PMKami mengadakan Parenting Seminar sebagai respon banyak orang tua yang ‘galau’ dalam membina rumah tangganya, apalagi untuk pasangan muda yang baru menikah. Dari jaman ke jaman, pengertian “keluarga bahagia” dapat diartikan bermacam-macam sesuai dengan budaya dan latarbelakan keluarga dan dari berbagai perspektif, namun semakin maju teknologi informasi orangtua semakin harus bijak dalam mendidik anak-anaknya.

Menjadi keluarga seperti ”bintang lima” merupakan impian dari setiap keluarga, namun tidak semua orang tua dapat berpikir keluarga yang seperti apa yang ingin dimiliki sehingga dapat menciptakan keluarga yang luar biasa di tengah keadaan dunia yang semakin jahat. Orang tua memiliki pengaruh sangat besar dan positif untuk menciptakan generasi yang bersinar seperti bintang.

Untuk dapat mengubah keluarga yang baik menjadi keluarga yang luar biasa, para orang tua perlu mengetahui ada 5 (lima) kualitas yang harus dimiliki oleh setiap keluarga.  5 kualitas tersebut adalah ( dikutib dari Buku Five Star Familie karangan Carol Kuykendall): Read More…

Posted by: jsofian | August 17, 2012

IT CASE SOLUTION (ITCASO) COMPETITION 2012


Image Lab E-Gov Fasilkom Universitas Indonesia kembali menoreh prestasi dalam ajangIT Case Solution (ITCaSo) Competition 2012.  Kompetisi ini memberikan tantangan kepada peserta untuk menyelesaikan real business case dalam waktu 12 jam dan mempresentasikannya. Kompetisi ITCaSo diadakan pada tanggal 25-26 Juni 2012 bertempat di Binus Square.  Read More…

Posted by: jsofian | July 22, 2012

Apa Dampak Knowledge Management bagi perusahan ?


ImageJudul diatas seakan merupakan pertanyaan pembuka yang sering ditanyakan oleh klien, peserta seminar, atau mahasiswa ketika membahas mengenai Knowledge Management  (KM) di perusahaan. Wajar saja, karena KM dari umurnya masih dikategorikan sebagai bidang keilmuan ‘relatif’ baru dalam 2 dekade terakhir ini. Namun, menariknya meskipun tergolong ‘newbie’ keberadaannya mulai diperhitungkan oleh kalangan akademis dan praktisi minimal diperbincangkan dalam pelbagai forum bisnis dan manajemen. Untuk level perusahaan saat ini cukup banyak yang mulai menerapkan dengan menambahkan divisi baru untuk KM dengan sebutan pejabatnya sebagai Chief of Knowledge office (CKO). KM dipercaya dapat mempercepat pembelajaran bersama dalam pengembangan sumber daya manusia sehingga memiliki daya saing dan merespons perubahan pasar bisnis secara proaktif. KM merupakan kegiatan mengelola pengetahuan sebagai aset, dimana dalam berbagai prakteknya terjadi diseminasi valuable knowledge kepada orang yang tepat dan dalam waktu yang cepat, sehingga dapat mengambil keputusan yang lebih efektif dibandingkan dengan sebelumnyam dengan cara saling berinteraksi, berbagi dan mengaplikasikannya dalam aktivitas sehari-hari.

Nah, sebelum membahas lebih mendalam ada baiknya pengertian knowledge harus disepakati terlebih dahulu karena mendefinisikan knowledge dari beberapa pakar ternyata berbeda-beda. Mendefinisikan knowledge menjadi sulit karena menggabungkan banyak intangibles seperti pengalaman (experience), intuisi (intuition), pertimbangan (judgement), keahlian (skill), dan pelajaran yang dipelajari (lessons learned) yang tujuannya agar pengambilan keputusan dapat lebih tepat dan efektif. Sedangkan definisi KM oleh beberapa pakar menyebutkan sebagai berikut: Read More…


WRF-Var 3.2.1 adalah pemodelan numerik  cuaca atau biasa disebut NWP ( Numerical Weather Prediction ) yang dibuat atas kerjasama beberapa institusi seperti NCAR, NCEP, AFWA, dan FSL untuk prediksi cuaca dan juga riset atmosfer. Input data untuk WRF-Var , selain data hasil running WRF-ARW ataupun WRF-NMM juga memakai data hasil pengamatan observasi permukaan maupun udara atas dan memakai data hasil pengamatan satelit serta  dimungkinkan untuk memakai data hasil pengamatan Radar Cuaca. Hal ini biasa disebut sebagai data asimilasi. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah pemilihan fisik dan dinamik WRF-Var, karena untuk daerah tropis memiliki konfigurasi yang berbeda dengan daerah sub tropis agar hasil prediksi tidak meleset atau over-estimated. Wilayah tropis lebih sukar untuk diprediksi cuacanya jika dibandingkan dengan wilayah sub-tropis karena diwilayah sub-tropis, angin bersifat baroklinik, yang artinya arah angin sejajar dengan degradasi tekanan udara. Sedangkan diwilayah topis, perbedaan tekanan, dan temperature udara antar satu tempat dengan yang lainnya tidak terlalu signifikan, selain itu juga adanya pengaruh topografi lokal yang signifikan sehingga memprediksi cuaca diwilayah topis cukup sulit.  Kemudian hasil running WRF-Var dapat divisualisasikan dengan berbagai cara, seperti Grads, ncl graphic, ataupun Vapor sehingga dapat dihasilkan prediksi cuaca untuk beberapa hari kedepan.  Click here for download.

Posted by: jsofian | December 23, 2011

HIMSISFO COMPETITION 2011


HIMSISFO 2011Lab E-gov Fasilkom Universitas Indonesia kembali berpartisipasi dan menoreh prestasi dalam ajang kompetisi nasional yaitu kompetisi Business IT Case Challenge(BCC) Himsisfo Universitas Binus 2011. Kompetisi nasional ini diadakan oleh universitas Bina Nusantara (Binus) dengan mengadopsi Business – IT Case Competition dari Singapore Managament University. Tim dari Lab E-Gov terdiri dari Denvil Prasetya (Fasilkom 2007), Diky Adisaputra (FE 2007), Christian Regensius (Fasilkom 2007) dan sebagai coach Jonathan Sofian Lusa (Peneliti di Lab E-Gov). Dalam kompetisi ini, para peserta dituntut untuk dapat memberikan solusi yang kongket dan applicable sehubungan dengan Business case yang diberikan. Pengetahuan mengenai konsep information system, competitive advantage, business planemerging technology dan financial measurementmenjadi dasar dalam memberikan solusi.

BCC HIMSISFO diadakan Selama 2 hari yaitu tanggal 11-12 Mei 2011. Kreteria peniliain terdiri dari ketajaman mengidentifikasi masalah, analisa solusi, dan presentasi. Di saat pengumuman pemenang, tim dari Lab E-Gov Fasilkom UI berhasil menempati posisi sebagai 2nd Winner. Terima kasih kepada Bapak Dana Indra Sensuse, Ph.D atas dukungan selama mengikuti kompetisi.( sumber : Lab E-Gov Universitas Indonesia)

Posted by: jsofian | November 13, 2011

Talkshow ‘Life After School’ di GBI HOB


Pergumulan jenis seperti apa yang menjadi ‘hot issues’ bagi anak Sekolah menengah atas ( SMA)  sepanjang masa?. Mengapa sepanjang masa, karena saya pun belasan tahun yang lalu mengalami hal yang sama. Ehmm..rasanya hampir semua siswa SMA akan sepakat  bahwa pergumulan terberat adalah mau kemana setelah memengang ijazah SMA. Mungkin Sebagain anak akan menjawab bekerja khsususnya dari siswa/i sekolah menengah kejuruan (SMK), karena mereka dipersipkan untuk itu. Namun, Sebagian lagi akan menjawab, akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya yaitu kuliah.  Dan yang paling menyedihkan kalo ada yang menjawab ‘tidak tahu’ atau ‘belum terpikir’. Terkadang hati ini miris melihat kelakukan para siswa/i ketika mendengar pengumuman hasil kelulusan mereka. Menjadi pemandangan rutin setiap tahun, anak SMA bahkan SMP melampiskan kelulusan mereka dengan kebut2an, coret2an baju, pesta, hingar bingar acara yang berlebihan. Tidak adakah yang memberitahu mereka bahwa perjalanan hidup mereka masih sangatlah panjannnngggg.

Read More…

Posted by: jsofian | November 9, 2011

Ekskursi Alor 2011 – Living Celebration


Hari ini seharian nongkrong di kampus Depok. Tema hari ini tetap sama dengan hari-hari sebelumnya yaitu masih berkutat dengan pembuatan proposal penelitian untuk tahun 2012 yang harus diselesaikan segera dan mencari inspirasi buat disertasi. Namun, hari ada yang menarik perhatian saya di depan perpustakan. Tertulis dalam sebuah spanduk Pameran Ekskursi Alor 2011 dengan mengusung tema Living Celebration. Istilah Ekskursi atau biasanya disebut Studi Ekskursi erat hubungannya dengan aktivitas mahasiswa untuk menambah pengalaman, pengetahuan, dan wawasan  terhadap bidang yang dipelajari di kelas. Tujuannya  jelas denga adanya studi ini, mahasiswa dapat langsung praktek sesuai dengan teori yang diterima ditambah dengan  kondisi dan lingkungan nyata saat berkunjung di suatu tempat.   Read More…


Abstract— This research focuses on the design of enterprise architecture (EA) model for the knowledge management system (KMS). The research was motivated by the many failures in  implementating of KMS as well as the lack of studies on EA associated with the implementation of KMS. This study uses interpretative and socio-technical approach with soft system methodology and TOGAF as a framework.  The result shows that the availability of IT infrastructure does not maximize the implementation of KMS, therefore there is a need of a new holistic EA that accommodates all of the technological and socio perspective.

Keywords— Enterprise architecture model, Knowledge management system, TOGAF, Soft System Methodology, Socio technical. Download complete paper here.

Posted by: jsofian | November 1, 2011

PIECES Framework untuk Pengembangan Sebuah APlikasi


Definisi framework menurut Oxford English Dictionary (2003) adalah ‘a structure composed of parts framed together, one designed for enclosing or supporting anything; a frame or skelaton’ . Popper (1994) mendefinisikan framework yang mengacu kepada asumsi dasar atau fundamental untuk original intelektual yang diformulasikan sebagai basis dalam pengambilan tindakan. Berarti sebuah framework  harus memiliki satu kesatuan perangkat, struktur, prinsip, dan memiliki dasar kuat secara teori untuk mencapai hasil yang maksimal dalam tindakan  sehubungan dengan sistem yang akan dikembangkan. Definisi lain dari framework mengacu kepada bagaimana beberapa aspek yang berbeda dipresentasikan dalam  sebuah wadah, yang mempresentasikan proses konversi dan evolusi dari explicit knowledge menjadi kodifikasi (proses menjadikan tertulis) dan tacit knowledge (ada disetiap pikiran individu dan sulit untuk diartikulasikan)  menjadi knowledge creation spiral di dalam perusahaan. Dari definisi tersebut dapat dirumuskan esensinya tidak saja menjawab “ What is” namun sekaligus memberikan  pengertian ‘how to’. ( Wong & Aspinwall, 2004).   Read More…

« Newer Posts - Older Posts »

Categories