Belajar Knowledge Management dari Pengalaman NASA


Semua orang sepakat bahwa prestasi yang paling mengagumkan dalam sejarah umat manusia adalah pendaratan manusia pertama di bulan. Presiden John F. Kennedy mengeluarkan janji ini pada tahun 1961 bahwa Amerika Serikat akan mendaratkan manusia di Bulan dan kembali dengan selamat ke bumi sebelum akhir dekade itu. Janji itu terealisasi pada bulan Juli 1969. Tentu saja untuk mewujudkan mimpi Sang Presiden, tidak hanya para pakar komputer dan teknologi yang terlibat, namun para ilmuwan dari peroketan, aerodinamika, sistem kontrol, komunikasi, biologi, dan disiplin ilmu lainnya berpikir keras dengan melakukan riset untuk dapat mewujudkan pendaratan ke Bulan. Jerih lelah luar biasa ini membawa kesuksesan besar dan dikenang oleh umat manusia sepanjang masa. Dari perspektif teknologi, ini merupakan hasil yang sukses luar biasa. Namun dari sisi lain, sesungguhnya ada penyesalan yang mendalam yang dirasakan NASA kala itu karena banyaknya pengetahuan yang hilang dan menguap begitu saja khsususnya dari tacit knowledge. Continue reading “Belajar Knowledge Management dari Pengalaman NASA”

Advertisements

IT/BUSINESS CASE COMPETITION 2013


1st winner- ITCASO Binus 2013Since 2010, the e-Government laboratory is actively involved in various competitions related to IT Business and successively took home the trophy of second or third winner. This year, Bina Nusantra University (Binus) held IT Solution Case (ITCaso) Competition 2013 with the theme of Infinite Creation. The e-Government laboratory send 1 team named ‘Nusantara Consulting’ where Immanuel Sukrisna, Aldyra Dhien Swavira, and Adrian Nuradiansyah as the member and Jonathan Sofian as the supervisor.

ITCaso Competition aims to train and explored the analysis of the participants to a real life business cases in which the participants are expected to recommend business solutions using IT innovation. This year, ITCaso followed by a dozen teams from various Universities in Indonesia. Continue reading “IT/BUSINESS CASE COMPETITION 2013”

Perpustakaan juga perlu Knowledge Management


Screen Shot 2013-03-11 at 1.07.56 AM Saya teringat pada waktu menyelesaikan skripsi pada tahun 1996 lampau, tempat yang paling sering dikunjungi di kampus adalah perpustakaan. Tujuannya jelas, karena perpustakan tempat terkonsentrasikan berbagai pengetahuan dari berbagai displin ilmu. Hampir dipastikan semua perguruan tinggi memiliki perpustakaan sebagai ikon yang menjadi salah satu identitas dari institusi pendidikan.  Namun, Seiring dengan perkembangan jaman, peran pustakawan semakin ‘terancam’ jika tidak dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan mulai melirik knowledge management (KM) sebagai tool untuk membantu dalam mengelola perpustakaan.

Dalam berbagai tulisan menyebutkan beberapa isu- isu yang terkait dengan  KM di perpustakan: pertama, menitikberatkan kepada bagaimana memaksimalkan peranan pustakawan dalam mengelola dan melayani karena pustakawan tidak mungkin dapat menghafal semua judul buku,  kedua, bagaimana pengetahuan tacit dari seorang pustakawan dapat diexplicitkan, ketiga,  Isu lain terkait bagaimana dapat memanfatkan teknologi informasi dalam memberikan layanan perpustakaan.

Dalam konteks isu diatas, jelas KM akan membantu pekerjaan pustakawan agar bekerja lebih cerdas yang pada akhirnya akan menciptakan nilai tambah dan keuntunggan kompetitif bagi institusi dimana perpustakaan tersebut berada. Sebenarnya perpustakaan dapat dianalogikan sama dengan perusahaan pada umumnya. Lihat saja, perusahan Jepang yang mampu berinovasi lantaran mampu mengelola pengetahuan dengan maksimal. Belajar dari perusahaan Jepang  yang memahami betul akan pentingnya pengelolaan pengetahuan untuk menciptakan daya saing  sehingga dapat sustain di tengah persaingan. Prof. Ikujiro Nonaka merumuskan bahwa pengelolaan pengetahuan dapat mengunakan konsep SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization ). Continue reading “Perpustakaan juga perlu Knowledge Management”

Program Corporate Social Responsibility (CSR) Peduli Guru


Sambutan pembukaan  Laboratorim E-Government Fasilkom Universitas INdonesia kembali mendapatkan kepercayaan sebagai pelaksana dari program Corporate Social Responsibilitiy (CSR) dan pengabdian masyarakat sebuah perusahaan swasta PT Barito Permai yang berlokaksi di Kota Pangkalpinang, Babel.  Pelaksanaan program ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 20-21 Februari 2013 di Hotel Grand Mutiara Pangkalpinang. Menarik untuk dicermati oleh PT Barito Permai, jika CSR kebanyakan berfokus kepada infrastruktur secara fisik justru perusahaan ini melihat sisi kompentesi sumber daya manusianya yang perlu difokuskan di Pangkalpinang. Oleh karena itu, untuk program CSR mereka bertajuk meningkatkan kompetensi pada Guru sekota Pangkalpinang (SD-SMP-SMA). Topik CSR terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komununikasi yang membawa dampak bagi guru-guru dalam menjalankan proses belajar mengajar. Workshop diikuti oleh sekitar 100 guru yang terdiri dari kepala sekolah dan guru yang mewakili sekolah negeri dan swasta. Ringkasan Materi yang diberikan terdiri dari 5 bagian yaitu:  Continue reading “Program Corporate Social Responsibility (CSR) Peduli Guru”

Menilik Strategi Knowledge Sharing & Transfer Dalam Perusahaan.


Screen Shot 2013-02-24 at 8.10.46 PM Harus diakui bahwa kecenderungan dari sebagian besar karyawan ogah untuk melakukan Knowledge Sharing & Transfer (KS&T) kepada rekan sekerja atau bawahnya di dalam perusahaan, alasannya sederhana saja agar tidak tersaingi atau lebih ekstremnya agar tidak tersingkirkan. Oleh karena itu, KS&T merupakan tantangan bagi perusahaan. Menantang karena paretonya  mengatakan bahwa keberhasilan KS&T 80% berhubungan dengan aspek non teknis dan hanya 20% terkait dengan aspek teknis.  Kondisi ini secara kasat mata jelas terlihat di sebagain besar budaya perusahaan di Indonesia. Secara sederhana, KS&T merupakan proses pertukaran knowledge  antara beberapa orang yang saling berkepentingan atau yang tergabung di dalam komunitas. Perusahaan sadar akan pentingnya knowledge sebagai aset intangible yang sangat berharga untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi akan keberhasilannya sebuah proses KS&T, antara lain teknologi, budaya organisasi, kepercayaan, dan intensif. Banyak faktor yang mempengaruhi KS & T karena KS & T memilki keterkairan dengan waktu, kesempatan, kerumitan, dan strategi. Rintangan yang dapat menghambat jalannya KS & T dapat timbul dari berbagai faktor, antara lain masalah dalam berkomunikasi, salah penafsiran, bahasa, teknologi dan teknik yang digunakan dalam knowledge sharing dan transfer. Guzman dan Wilson (2005) menyatakan bahwa rintangan dan masalah dari KS & T adalah kekompleksitasan proses sosial yang terjadi selama proses sharing berlangsung.

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi akan keberhasilannya penerapan KS & T dalam suatu perusahaan adalah pemilihan strategi yang tepat dalam pelaksanaannya. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam mengidentifikasi, menyimpan, dan metransfer knowledge yang ada. Strategi yang berhasil diterapkan pada satu perusahaan belum tentu strategi itu juga tepat digunakan untuk perusahaan lainnya.  Implementasi knowledge sharing dan knowledge transfer yang sukses tidak luput dari pemilihan strategi yang tepat dalam penerapannya. Strategi yang tepat pada satu perusahaan tidak dapat dijadikan acuan akan kepastian suksesnya penerapan strategi yang sama dalam perusahaan lainnya. Ada 12 startegi untuk keberhasilan KS & T yaitu (William J Rothwell): Continue reading “Menilik Strategi Knowledge Sharing & Transfer Dalam Perusahaan.”

Kajian Pemodelan Numerik untuk Memprediksi Cuaca Negara Tropis dengan Menggunakan WRF-Var 3.2.1


WRF-Var 3.2.1 adalah pemodelan numerik  cuaca atau biasa disebut NWP ( Numerical Weather Prediction ) yang dibuat atas kerjasama beberapa institusi seperti NCAR, NCEP, AFWA, dan FSL untuk prediksi cuaca dan juga riset atmosfer. Input data untuk WRF-Var , selain data hasil running WRF-ARW ataupun WRF-NMM juga memakai data hasil pengamatan observasi permukaan maupun udara atas dan memakai data hasil pengamatan satelit serta  dimungkinkan untuk memakai data hasil pengamatan Radar Cuaca. Hal ini biasa disebut sebagai data asimilasi. Hal lain yang perlu diperhatikan ialah pemilihan fisik dan dinamik WRF-Var, karena untuk daerah tropis memiliki konfigurasi yang berbeda dengan daerah sub tropis agar hasil prediksi tidak meleset atau over-estimated. Wilayah tropis lebih sukar untuk diprediksi cuacanya jika dibandingkan dengan wilayah sub-tropis karena diwilayah sub-tropis, angin bersifat baroklinik, yang artinya arah angin sejajar dengan degradasi tekanan udara. Sedangkan diwilayah topis, perbedaan tekanan, dan temperature udara antar satu tempat dengan yang lainnya tidak terlalu signifikan, selain itu juga adanya pengaruh topografi lokal yang signifikan sehingga memprediksi cuaca diwilayah topis cukup sulit.  Kemudian hasil running WRF-Var dapat divisualisasikan dengan berbagai cara, seperti Grads, ncl graphic, ataupun Vapor sehingga dapat dihasilkan prediksi cuaca untuk beberapa hari kedepan.  Click here for download.

HIMSISFO COMPETITION 2011


HIMSISFO 2011Lab E-gov Fasilkom Universitas Indonesia kembali berpartisipasi dan menoreh prestasi dalam ajang kompetisi nasional yaitu kompetisi Business IT Case Challenge(BCC) Himsisfo Universitas Binus 2011. Kompetisi nasional ini diadakan oleh universitas Bina Nusantara (Binus) dengan mengadopsi Business – IT Case Competition dari Singapore Managament University. Tim dari Lab E-Gov terdiri dari Denvil Prasetya (Fasilkom 2007), Diky Adisaputra (FE 2007), Christian Regensius (Fasilkom 2007) dan sebagai coach Jonathan Sofian Lusa (Peneliti di Lab E-Gov). Dalam kompetisi ini, para peserta dituntut untuk dapat memberikan solusi yang kongket dan applicable sehubungan dengan Business case yang diberikan. Pengetahuan mengenai konsep information system, competitive advantage, business planemerging technology dan financial measurementmenjadi dasar dalam memberikan solusi.

BCC HIMSISFO diadakan Selama 2 hari yaitu tanggal 11-12 Mei 2011. Kreteria peniliain terdiri dari ketajaman mengidentifikasi masalah, analisa solusi, dan presentasi. Di saat pengumuman pemenang, tim dari Lab E-Gov Fasilkom UI berhasil menempati posisi sebagai 2nd Winner. Terima kasih kepada Bapak Dana Indra Sensuse, Ph.D atas dukungan selama mengikuti kompetisi.( sumber : Lab E-Gov Universitas Indonesia)

Enterprise Architecture Model For Implementation Knowledge Management System (KMS)


Abstract— This research focuses on the design of enterprise architecture (EA) model for the knowledge management system (KMS). The research was motivated by the many failures in  implementating of KMS as well as the lack of studies on EA associated with the implementation of KMS. This study uses interpretative and socio-technical approach with soft system methodology and TOGAF as a framework.  The result shows that the availability of IT infrastructure does not maximize the implementation of KMS, therefore there is a need of a new holistic EA that accommodates all of the technological and socio perspective.

Keywords— Enterprise architecture model, Knowledge management system, TOGAF, Soft System Methodology, Socio technical. Download complete paper here.

PIECES Framework untuk Pengembangan Sebuah APlikasi


Definisi framework menurut Oxford English Dictionary (2003) adalah ‘a structure composed of parts framed together, one designed for enclosing or supporting anything; a frame or skelaton’ . Popper (1994) mendefinisikan framework yang mengacu kepada asumsi dasar atau fundamental untuk original intelektual yang diformulasikan sebagai basis dalam pengambilan tindakan. Berarti sebuah framework  harus memiliki satu kesatuan perangkat, struktur, prinsip, dan memiliki dasar kuat secara teori untuk mencapai hasil yang maksimal dalam tindakan  sehubungan dengan sistem yang akan dikembangkan. Definisi lain dari framework mengacu kepada bagaimana beberapa aspek yang berbeda dipresentasikan dalam  sebuah wadah, yang mempresentasikan proses konversi dan evolusi dari explicit knowledge menjadi kodifikasi (proses menjadikan tertulis) dan tacit knowledge (ada disetiap pikiran individu dan sulit untuk diartikulasikan)  menjadi knowledge creation spiral di dalam perusahaan. Dari definisi tersebut dapat dirumuskan esensinya tidak saja menjawab “ What is” namun sekaligus memberikan  pengertian ‘how to’. ( Wong & Aspinwall, 2004).   Continue reading “PIECES Framework untuk Pengembangan Sebuah APlikasi”

Up ↑