Pergumulan jenis seperti apa yang menjadi ‘hot issues’ bagi anak Sekolah menengah atas ( SMA) sepanjang masa?. Mengapa sepanjang masa, karena saya pun belasan tahun yang lalu mengalami hal yang sama. Ehmm..rasanya hampir semua siswa SMA akan sepakat bahwa pergumulan terberat adalah mau kemana setelah memengang ijazah SMA. Mungkin Sebagain anak akan menjawab bekerja khsususnya dari siswa/i sekolah menengah kejuruan (SMK), karena mereka dipersipkan untuk itu. Namun, Sebagian lagi akan menjawab, akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya yaitu kuliah. Dan yang paling menyedihkan kalo ada yang menjawab ‘tidak tahu’ atau ‘belum terpikir’. Terkadang hati ini miris melihat kelakukan para siswa/i ketika mendengar pengumuman hasil kelulusan mereka. Menjadi pemandangan rutin setiap tahun, anak SMA bahkan SMP melampiskan kelulusan mereka dengan kebut2an, coret2an baju, pesta, hingar bingar acara yang berlebihan. Tidak adakah yang memberitahu mereka bahwa perjalanan hidup mereka masih sangatlah panjannnngggg.
Talkshow ‘Life After School’ di GBI HOB
Posted in Ministries, Talkshow, Youth Ministries
Ekskursi Alor 2011 – Living Celebration
Hari ini seharian nongkrong di kampus Depok. Tema hari ini tetap sama dengan hari-hari sebelumnya yaitu masih berkutat dengan pembuatan proposal penelitian untuk tahun 2012 yang harus diselesaikan segera dan mencari inspirasi buat disertasi. Namun, hari ada yang menarik perhatian saya di depan perpustakan. Tertulis dalam sebuah spanduk Pameran Ekskursi Alor 2011 dengan mengusung tema Living Celebration. Istilah Ekskursi atau biasanya disebut Studi Ekskursi erat hubungannya dengan aktivitas mahasiswa untuk menambah pengalaman, pengetahuan, dan wawasan terhadap bidang yang dipelajari di kelas. Tujuannya jelas denga adanya studi ini, mahasiswa dapat langsung praktek sesuai dengan teori yang diterima ditambah dengan kondisi dan lingkungan nyata saat berkunjung di suatu tempat. Read More…
Posted in Business, Education, Penelitian
Enterprise Architecture Model For Implementation Knowledge Management System (KMS)
Abstract— This research focuses on the design of enterprise architecture (EA) model for the knowledge management system (KMS). The research was motivated by the many failures in implementating of KMS as well as the lack of studies on EA associated with the implementation of KMS. This study uses interpretative and socio-technical approach with soft system methodology and TOGAF as a framework. The result shows that the availability of IT infrastructure does not maximize the implementation of KMS, therefore there is a need of a new holistic EA that accommodates all of the technological and socio perspective.
Keywords— Enterprise architecture model, Knowledge management system, TOGAF, Soft System Methodology, Socio technical. Download complete paper here.
Related articles
- Socio Technology Perspective for E-Government Implementation in Indonesia (jsofian.wordpress.com)
- Togaf (setandbma.wordpress.com)
- Enterprise architects increasingly leverage advanced TOGAF 9 for innovation, market response, and governance benefits (zdnet.com)
- Enterprise Architecture: The more we change, the more we stay the same (briankseitz.wordpress.com)
PIECES Framework untuk Pengembangan Sebuah APlikasi
Definisi framework menurut Oxford English Dictionary (2003) adalah ‘a structure composed of parts framed together, one designed for enclosing or supporting anything; a frame or skelaton’ . Popper (1994) mendefinisikan framework yang mengacu kepada asumsi dasar atau fundamental untuk original intelektual yang diformulasikan sebagai basis dalam pengambilan tindakan. Berarti sebuah framework harus memiliki satu kesatuan perangkat, struktur, prinsip, dan memiliki dasar kuat secara teori untuk mencapai hasil yang maksimal dalam tindakan sehubungan dengan sistem yang akan dikembangkan. Definisi lain dari framework mengacu kepada bagaimana beberapa aspek yang berbeda dipresentasikan dalam sebuah wadah, yang mempresentasikan proses konversi dan evolusi dari explicit knowledge menjadi kodifikasi (proses menjadikan tertulis) dan tacit knowledge (ada disetiap pikiran individu dan sulit untuk diartikulasikan) menjadi knowledge creation spiral di dalam perusahaan. Dari definisi tersebut dapat dirumuskan esensinya tidak saja menjawab “ What is” namun sekaligus memberikan pengertian ‘how to’. ( Wong & Aspinwall, 2004). Read More…
Socio Technology Perspective for E-Government Implementation in Indonesia
Abstract— The development of information and communication technology (ICT) in the Indonesian government has brought a new paradigm shift in the methods and processes of interaction among government, society, business, and intergovernment. Various international surveys (United Nations, Waseda University, and Economist Intelligence Unit) show that the implementation of e-government in every country is significantly increased, and it brings impacts on government and community relationship which is conducted from conventional to digital-based forms. However, many challenges and problems come up during the implementation of e-Government, especially in developing countries such as Indonesia. For Indonesia, the survey results can be used as a barometer for improving the services because the position of Indonesia in the study results is still far from expectation. The challenges and problems faced by the Indonesian government can be categorized into technical and non technical factors. This paper, therefore, will explore and map the problems of the E-government implementation in Indonesia by using a fishbone analysis to discover the problem roots holistically. This study proposes a socio-technical approach to overcome the problems in implementing E-government in Indonesia. By developing a socio-technical model, the behavior of e-Government application users and the design standards of technology quality will be able to be measured so that the implementation of E-government in Indonesia can be more effective. Download complete paper here.
Model Knowledge Management System dengan Teknologi Cloud Computing
Abstrak, Perusahaan penyedia outsourcing contact center membutuhkan IT support untuk mendukung kelancaran kerja para agent contact center yang bekerja dengan software contact center. Begitu pula dengan semakin berkembangnya jumlah client perusahaan, maka perusahaan membuka cabang lagi di beberapa gedung yang lain. Seiring berjalannya waktu terdapat kendala bahwa karyawan IT sering keluar masuk perusahaan, yang menyebabkan hilangnya knowledge perusahaan bersamaan dengan keluarnya karyawan tersebut. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pengelolaan knowledge perusahaan dengan Knowledge Management System berbasis teknologi cloud computing. Dengan penerapan teknologi cloud computing perusahaan dapat mengimplementasi knowledge management system dengan biaya operasional yang relatif murah, namun memiliki kemampuan dan teknologi terkini. Pada penelitian ini masalah utama yang akan diteliti adalah bagaimana model arsitektur knowledge management system yang dapat menjadi solusi bagi perusahaan dengan teknologi cloud computing. Dengan tujuan utama adalah membuat sebuah prototipe perangkat lunak berupa aplikasi knowledge management system berbasiskan teknologi cloud computing, dan membuktikan bahwa model yang dibuat dapat diimplementasikan oleh PT. Mitracomm Ekasarana dalam mengelola knowledge IT support. Kata kunci: IT Support, knowledge management system, cloud computing. Download complete paper here.
Related articles
- Cloud Computing for Non-Profits (accesscomptech.wordpress.com)
- Enterprise Cloud Computing (cloudbestpractices.net)
- The IT Jobs Cloud Computing Will Create (pcworld.com)
Selamat Jalan Mas Muki..
Wah kalo gitu ..sampeyan pindah saja duduknya di ruangan ini, toh..masih ada meja ngangur satu di ruangan saya “ kalimat terakhir dari Mas Muki pada hari Jumat, 7 Oktober 2011 di Gedung C – Fasilkom UI Depok. Topik pembicaraan hari itu udah kayak gado-gado, kami diskusi mengenai hasil seminar penelitian untuk disertasinya beliau yang bertajuk “IT Governance Maturity at Indonesian State Owned Enterprise: Contigent Factors and Impacts”. Beliau menjelaskan tentang framework for IT Governance Maturity Level, Driver, enabler and inhibitors, IT Value & IT Risk, theoretical framework, research methodology, dan data analysis yang dihasilkan. Perdebatan kecil menyelinggi diskusi kami khususnya dalam pengujian framework yang dihasilkan, pembicaraan kemudian beralih tentang rencana workshop IS/IT Plan di Gorontalo, dan sisanya pembicaraan level ngarul ngidul ngak jelas tentang kesibukan, mahasiswa, kurikulum, kampus, hobi, sampai hal-hal yang ngak penting banget. Read More…
Kajian Perkembangan dan Usulan Perancangan Enterprise Architecture Framework
Abstrak, Trend perkembangan teknologi informasi diikuti oleh perkembangan enterprise architecture (EA) baik dari sisi konseptual maupun dari sisi teknik implementasi. Bagi organisasi yang ingin menerapkan EA, sebuah kajian menjadi penting khususnya yang memberikan informasi EA dalam kontek definisi, peran, tujuan, dan perkembangannya. Framework yang dikaji meliputi framework memang sudah exist dan framework yang popular karena telah teruji oleh penggunanya. Dengan pemahaman ini, maka organisasi dapat lebih mudah dala pemilihan EA yang sesuai dengan karakteristik organisasi. Tulisan ini bermaksud, sebagai kajian untuk lebih memahami secara konseptual dan sebagai studi literatur untuk EA, sehingga dapat dicari keunggulan di setiap EA framework baik dari perspektif komersial dan akademik. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan diantara beberapa framework. Proses yang dilakukan terdiri dari melakukan dan mencari perbedaan (contrast), mengkritik (critize), membandingkan (compare), menggabungkan (synthesize), dan menyimpulkan (summarize) dari masing EA framework, dan berbagai sumber untuk mengetahui state of the art dari masing-masing kreteria. Output yang diharapkan dengan dilakukan studi literatur ini adalah menemukan framework yang paling tepat untuk diimplementasikan di organisasi khususnya organisasi publik.Kata Kunci: enterprise architecture, literature review, framework. Download complete paper here.
Friday is Brown Bag Day..
Pertemuan brown bag kali ini dibawakan oleh kolega saya pa Mesnan, salah satu mahasiswa Doktor di Fasilkom UI. Topik yang dibawakan berkaitan dengan pengembangan interoperabilitas system informasi ketahanan Pangan Nasional. Definisi ketahanan pangan identik dengan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau ( UU Pangan No.7 tahun 1996). Kalo di tinjau dari definisi global, pengertian dari ketahanan pangan berkaitan dengan akses bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan secara memadai, sehat, aktif, produktif, dan bergizi ( USAID, FAO, FIVIMS, Mercy Corps). Oleh karena itu, suatu negara dikatakan memiliki ketahanan pangan jika memiliki stabilitas empat factor yaitu food avaibility, food access, food utilization, dan nutritional status. Permasalahannya untuk mencapai stabilitas, Read More…
Posted in Education, Kuliah - Fasilkom UI, Penelitian, Program Doktoral - Fasilkom UI, Teknologi Informasi | Tags: UI
Mencari Karyawan Idola versi RS Dharmais
Untuk kesekian kalinya saya berkunjung ke RS Dharmais yang terletak di daerah Slipi Jakarta Barat. Biasanya sekedar untuk mengunjungi kerabat yang sedang di rawat atau melayat ke rumah duka. Kunjungan kali ini untuk menemani kerabat yang akan medical check up. Berbeda dari biasanya, saya perhatikan ada yang berubah dalam pelayanan di rumah sakit ini, mulai dari turun di lobi para punggawa keamanan alias satpam dengan sigap menyapa dan memberikan senyumnya. Kemudian dilanjutkan dengan bagian pendaftaran, meskipun banyak antrian namun melayani dengan antusias, ramah, dan senyum yang sumeringah. Tampak jelas ‘ada’ sedikit perbedaan di setiap layanan baik di bagian registrasi, apotek, rawat jalan, rawat inap, laboratorium, dan poliklinik. Kami dilayani dengan baik oleh seorang petugas dengan cara menjelaskan setiap pertanyaan yang dilontarkan dan setelah itu ikut mengantarkan ke tempat tujuan. Berlagak seperti detektif, selidik pun selidik ternyata ada yang menjadi pemicu mengapa para karyawan berlaku ‘lain’ dari biasanya. Ternyata ada kotak yang menarik perhatian saya yang bertuliskan “Kotak Pemilihan Karyawan Terbaik RSKD 2011 – Customer Oriented”. Kotak tersebut sangat mudah ditemui disetiap layanan yang diberikan kepada pasien. Rupanya pasien dalam periode pemilihan ini bak seorang juri kehormatan yang berhak menilai setiap layanan yang diberikan oleh semua karyawan rumah sakit termasuk para dokter.




Recent Comments